Daging Impor Bakal Diminimalisir

Posted: 10 September 2011 in Ekonomi dan Bisnis

Menteri Pertanian (Mentan) RI, bakal meminimalisir impor daging sapi tahun depan mencapai 10 persen dari kebutuhan daging nasional. Dimana impor daging saat ini, mencapai 30 persen dari kebutuhan daging setiap tahun sebanyak 430 ribu ton.

Hal ini diungkapkan Menteri Pertanian (Mentan) RI Dr Ir Suswono MMA, dalam acara kunjungan kerjanya di Desa Bogares Kecamatan Pangkah, Jumat (9/9) pagi. Tepatnya di Kantor DPC Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) Kabupaten Tegal.Menurut Suswono, target 2014 mendatang, impor daging maksimal 10 persen. “Kita akan upayakan itu,” tegasnya.Alasan impor selama ini, kata Suswono, karena terkendala dengan transportasi. Dimana transportasi diIndonesia, masih kalah dengan transportasi negara importir sepertiAustralia.”Sebagai contoh, ketika NTT mengirim sapi keJakarta, biayanya lebih mahal dibanding pengiriman dari Australi. Karenanya, kapal laut yang di miliki negara kita, kurang maksimal,” jelasnya.Rata-rata setiap tahun, 500 ribu ekor sapi bakalan dan 100 ribu ton daging sapi, terpaksa diimpor. Importasi tersebut, telah menyedot devisa sebesar Rp 5 trilyun. Sementara untuk sapi perah, walaupun hasil sensus menyatakan ada kenaikan selama 8 tahun terakhir, namun nilai impor bahanbakususu masih sangat besar. Hampir dua pertiga, konsumsi susu masyarakatIndonesiaatau 80 persen tergantung dari impor. Sehingga, negara terpaksa mengeluarkan devisa sebesar Rp 8 trilyun pertahun. Angka-angka importasi ini, ternyata semakin lama, cenderung semakin membesar. Tidak seimbang dengan nilai ekspornya. Dengan demikian, neraca perdagangan untuk produk-produk peternakan dan kesehatan hewan mengalami devisit yang setiap tahunnya semakin membesar juga.

Mentan mengatakan, kuota impor daging sapi yang sudah ditetapkan Menko Perekonomian atas rekomendasi Kementrian Pertanian, belum tentu di realisasikan semua. Karenanya, impor daging akan berakibat fatal pada pelaku usaha lokal. Untuk itu, Mentan berjanji akan meminimalisir impor daging sapi, turun menjadi 10 persen setiap tahunnya.

“Tahun 1976 silam,Indonesiapernah menjadi ekportir daging sapi ke Hongkong. Karenanya, kita harus mengupayakan itu kembali,” imbuhnya.

Mentan menjelaskan, berdasarkan hasil sensus ternak sapi potong dan kerbau tahun 2010, ternyata cukup mencengangkan dan menggembirakan. Sebab, jumlahnya melebihi dari estimasi pemerintah. Yakni, jumlah sapi potongIndonesia14,8 juta ekor dan sapi perah berjumlah 597,1 ribu ekor. Sedangkan estimasi untuk sapi potong pada tahun 2011, diperkirakan 13,8 juta dan sapi perah sekira 400 ribu ekor lebih.”Berati untuk sapi potong dan sapi perah dibandingkan dengan hasil sensus pertanian tahun 2003 telah mengalami pertumbuhan masing-masing untuk sapi potong sebesar 5,3 persen dan sapi perah 5,8 persen,” urainya.Ketua PPSKI Kabupaten Tegal, Kahar Muzakir, mewakili peternak lokal mengaku tidak setuju dengan adanya daging impor. Karenanya, itu bisa mengakibatkan rusaknya harga jual sapi lokal. Dia menyebutkan, momen lebaran kemarin, kuota daging sapi di Kabupaten Tegal, sudah didominasi dari lokal. Yakni sekitar 100 ekor sapi.”Kami tidak menanamkan impor, dan itu perlu dipikirkan,” jelas Kahar saat memberikan sambutannya dalam acara tersebut.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s