SBY Borong Bawang Brebes

Posted: 10 September 2011 in Birokrasi

BREBES, METROPOLISPOS – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ibu Negara Ani Yudhoyono memborong bawang merah petani di Desa Sisalam Kecamatan Wansari Kabupaten Brebes, Jumat (26/8). Presiden menghargai sebanyak 2 ton bawang merah dengan harga Rp 15 juta. Hal itu terjadi saat rombongan Presiden melakukan safari Ramadan hari kelimanya ini. Di tempat yang sama, Presiden juga memanen bawang merah bersama petani setempat.
Selain bersama isteri tercinta, Presiden didampingi sejumlah anggota kabinetnya, Gubernur Jateng, Bupati Brebes dan pejabat lainnya rela berpanas-panasan di tengah sawah bawang merah. Presiden juga menyempatkan diri mendengarkan keluh kesah dari salah satu petani bawang merah.
Sambil mengelilingi area persawahan bawang merah, sesekali Presiden menyapa masyarakat. Ia menanyakan informasi soal harga bawang dan pasaran serta produksi. Tak seperti yang terlihat di televisi, komunikasi yang disampaikan Presiden cukup luwes dan membaur. “Pripun kabare, sae sedoyo nggih?,” sapa Presiden kepada petani menggunakan bahasa Jawa.
Menurut SBY, sebagai komoditi unggulan daerah Brebes, bawang merah harus ditingkatkan produksinya. “Saya melihat hambaran bawang merah yang begitu luas. Saya berharap produksi bawang merah juga terus ditingkatkan. Pemerintah, akan membantu mengupayakan agar petani bawang mendapatkan keutungan yang lebih besar dibanding pedagang,” katanya.
Presiden dalam kesempatan itu juga menyerahkan bantuan bagi petani bawang senilai Rp 100 juta. Tampak mendampingi lawatan Presiden ke Kota Bawang Mensesneg Sudi Silalahi, Meteri Pertanian Ir Suswono, Mendiknas Moh Nuh, Gubernur Jateng Bibit Waluyo dan sejumlah pejabat negara lainnya. Kunjungannya kemarin merupakan hari terakhir dari rangkaian Safari Ramadan yang berlangsung sejak tanggal 22 hingga 26 Agustus 2011. Sebelumnya, Presiden mengunjungi sejumlah daerah di Jawa Tengah, yakni Cilacap dan Purwokerto serta Bumiayu. Sebelum kembali ke Jakarta, sore harinya, Presiden menyempatkan diri menemui nelayan di Kota Tegal. “Kami mohon ijin untuk melihat langsung saudara-saudara kita yang berprofesi sebagai nelayan di Tegal. Sorenya kembali ke Jakarta,” katanya berpamitan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s