Deklarasi Forum Lintas Pemuda

Posted: 11 September 2011 in Serba-serbi

TEGAL, METROPOLISPOS – Kehadiran Forum Lintas Pemuda (Forlip), yang secara resmi dideklarasikan Sabtu (10/9) di gedung pertemuan Al Kharoiman Jalan Sumbodro Tegal. Walikota Tegal H Ikmal Jaya SE Ak dalam sambutannya minta kiprah pemuda, utamanya yang tergabung dalam Forlip bisa menjadi kontrol sosial dan moral force.

Menurut Ikmal, keberadaan Forlip bisa dikategorikan sebagai kekuatan minority profetic. Yaitu, kekuatan kecil yang bertindak pembaharu untuk merubah kondisi sosial kemasyarakatan. Sejumlah predikat melekat dalam setiap diri pemuda, seperti agent of social change, sosial kontrol dan moral force. Namun pantas dipertanyakan secara kritis, kemana arah gerakan pemuda dan mahasiswa pasca 1998 dan sampai sejauh ini komitmen serta kontribusinya. Untuk menciptakan kepemimpinan nasional yang kredibel, profesional, akuntabel dan mempunyai integritas etika dan moral masih harus didorong.

Dijelaskan Ikmal, yang menjadi masalah besar bagi bangsa adalah realita, bahwa masa depan berada di tangan generasi muda, khususnya pemuda. Mereka adalah harapan kita, yang tidak terlalu berlebihan, jika disebut sebagai generasi bintang. Oleh karena itu sudah sepantasnya energi dan perhatian kita curahkan kepada mereka, yang belia demi terwujudnya masa depan bangsa yang memiliki ketahanan nasional yang tangguh.

“Banyak orang sepkat, bahwa pemuda merupakan ‘bintang lapangan’ di dalam setiap pergulatan sejarah kehidupan berbangsa dan berenegara. Kami tentu tidak bisa melupakan peranan pemuda, pada moment-moment penting perjalanan dan dinamika bangsa Indonesia, seperti terjadi pada tahun 1928 sumpah pemuda, tahun 1945 pemuda mendorong proklamasi kemerdekaan. Sehingga kami berharap peran Forlip, yang dideklarasikan hari ini (Sabtu, red) bisa mampu meneruskan perjuangan para pemuda dulu,” kata Ikmal.

Menurut Ikmal, rasanya sulit akan bisa menikmati alam reformasi dan iklim demokrasi, seperti sekarang ini tanpa keterlibatan pemuda. Bahkan Jack New Field (1971) menyebut pemuda sebagai komunitas kecil, yang memiliki kekuatan untuk merubah sejarah. Karena perubahan sejarah selalu dimulai dari kelompok kecil, bernama pemuda.

Diungkapkan Ikmal, kita cukup prihatin dengan kondisi bangsa saat ini, distorsi jiwa kebangsaan mulai terasa. Sehingga makna ketahanan nasional, bagi mereka pun nampaknya mulai meluntur. Ini merupakan krisis nasionalisme yang dialami, bangsaIndonesiadan merupakan hasil sebuah proses kompleks perjalanan kita dalam berbangsa, yang terus mencoba membangun dirinya dan kondisi ini telah memberi dampak pada jiwa-jiwa pemuda.

“Melalui kesempatan ini, kami ingin mengingatkan kembali kepada pemuda yang tergabung dalam Forlip. Antara lain, Pancasila, UUD 1945, bendera merah putih, Bhineka Tunggal Ika, negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ungkap Ikmal.

Ketua Presidium Forlip, Bambang Siregar SE, mengungkapkan,tujuan pembentukan Forlip demi tercapainya kehidupan kebangsaan yang demokratis, sejahtera, dan bermartabat berdasarkan Pancasila.

Dalam deklarasi Forlip, 6 Partai Politik (Parpol) yang mendapat kursi di DPRD diundang, dan menyampaikan orasi politiknya. Untuk Partau Hanura, orasi politik disampaikan Sasty Andri SE, DPD PKS disampaikan H Amirudin Lc, DPD PAN disampaikan Abdullah Sungkar SE ST, D PC PKB Anshori Azizi, DPD Partai Golkar Drs HM Nursholeh MMPd, dan DPC PDI Perjuangan oleh Sutari SH

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s