Bentrok Ambon Disesalkan Banyak Pihak

Posted: 12 September 2011 in Nusantara

Dua kelompok massa di Ambon perang saling perang batu.

MABON – Bentrokan di Ambon disesalkan banyak tokoh diJakarta. Musisi asal Ambon Glenn Fredly meminta media ikut membantu menciptakan suasana kondusif. “Ambon?sudah damai kok,” kata Glenn semalam.

Penyanyi itu juga aktif menyampaikan kampanye perdamaian melalui akun Twitter-nya. “Patimura-Patimura muda, beta percaya deng kamorang samua! Ale rasa beta rasa,” katanya dengan bahasa Maluku. Dia juga menginformasikan suasana di lapangan berdasar informasi dari teman-temannya.

“Hari ini ada pihak yang mau buatAmbonrusuh seperti tahun ‘99. Tolong, jangan biarkan teman-teman,” katanya. Saat ini, akun Twitter Glenn mempunyai 279.580 follower. “Hanya pengecut dan pecundang yang mau merusak dan mengadu domba rakyat, apalagi dengan membawa nama Tuhan dan itu pasti mati,” katanya.

Secara terpisah, sosiolog dari UniversitasIndonesiaDr Thamrin Amal Tomagola mendesak pemerintah pusat turun keAmbonuntuk melihat langsung akar masalahnya. “Jangan hanya mendengar laporan dari anak buah. Harus cek sendiri,” ujarnya.

Masyarakat Ambon, lanjut Thamrin, punya karakter yang khas. Yakni, rasa solidaritas yang tinggi. “Pemerintah harus bisa menegakkan hukum dan keadilan. Kalau keadilan tidak ada dan tidak diberikan, otomatis warga resah,” katanya.

Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan Haris Azhar melihat permasalahan terjadi karena polisi terlambat. “Kita patut kecewa ketika polisi tidak berada di lokasi bentrok antarwarga diAmbon. Terlebih ketika polisi tidak memberikan informasi yang terang dan jelas perihal kematian seorang tukang ojek dengan segera,” kata Haris.

Kontras juga mendapat informasi dari lapangan bahwa banyak tersebar informasi yang menggambarkan bentrokan terjadi di mana-mana. “Semoga tidak demikian. Kami berharap, semua pihak bisa berkontribusi untuk menciptakan kondisi yang tidak membakar emosi warga,” katanya.

Terkait kerusuhan di Ambon Menko Polhukam Djoko Suyanto menyatakan sudah meminta gubernur Maluku, Kapolri, panglima TNI, dan kepala BIN mengantisipasi isu SARA di Ambon. “Saya minta jangan lengah. Karena pada masa lalu kejadian awalnya juga seperti ini,” ucap Djoko melalui pesan singkat kemarin.

Dalam SMS itu, Djoko menginstruksi pemda dan aparat keamanan segera mengumpulkan para tokoh agama dan masyarakat untuk bersama-sama melakukan upaya damai dan tidak melakukan tindak anarkistis. “Segera kumpulkan para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan yang terkait untuk bersama-sama melakukan upaya damai,” serunya.

Menurut Djoko, aparat bertindak sangat proaktif dalam kasus tersebut. “Saat ini semua komponen sedang bekerja agar peristiwa itu tidak meluas. Baru saja pukul 16.50 ini (kemarin sore, Red) gubernur Maluku melapor bahwa situasi sudah mulai mereda. Dan pertemuan muspida dengan tokoh-tokoh masyarakat akan dilakukan lagi,” paparnya.

Informasi yang masuk ke desk kementerian menyebutkan, situasiAmbonkembali memanas kemarin sore, sekitar pukul 16.00 WIT. Suara tembakan diKotaAmbon, yang mencoba menghentikan kedua kelompokmassayang saling lempar batu, membuat suasana mencekam. Warga yang bermukim di perbatasan wilayah Islam dan Kristen panik dan mengungsi ke masjid-masjid.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s