Hanya Satu Gelar

Posted: 12 September 2011 in Olahraga

SINJHUANG – Indonesia gagal memaksimalkan kans meraih tiga gelar dari kejuaraan Taiwan Terbuka Gold Grand Prix. Mereka hanya mendapat satu gelar di tunggal putra dari tangan Tommy Sugiarto pada partai final di Shinjuang Stadium, Taiwan, kemarin (11/9).
Gelar dari unggulan keenam tersebut dipastikan setelah menundukkan wakil Thailand Tanongsak Saensomboonsuk dalam pertarungan ketat tiga game 21-15 15-21 21-17. Keberhasilan ini pun membuat peluang untuk menembus persaingan menuju Olimpiade London 2012 kembali terbuka lebar.
Kemenangan putra mantan juara dunia Icuk Sugiarto itu memang tidak mudah. Tommy harus bisa memainkan strategi dengan jitu di setiap game karena sang lawan ternyata mampu bermain dengan ulet.
“Saya awalnya sempat ketinggalan karena kaget dengan permainan lawan, namun setelah berhasil beradaptasi, saya bisa mengatasinya. Tanongsak mengandalkan drive-drive keras, dan bisa memanfaatkan angin di lapangan yang cukup kencang,” ujarnya setelah pertandingan seperti dilansir situs PB PBSI.
Gelar ini pun melengkapi lemari gelarnya pada tahun ini menjadi tiga gelar. Sebelumnya, pebulu tangkis non-Pelatnas PB PBSi Cipayung ini berhasil menjadi juara di Iran dan Indonesia International Challenge 2011.
“Saya semakin bersemangat untuk menghadapi kejuaraan berikutnya. Apalagi saya bisa mengalahkan pemain-pemain berkelas. Saya semakin percaya diri karena grafik penampilan saya pun meningkat,” tambahnya.
Sayang, keberhasilan Tommy tidak diikuti dua nomor lainnya yang juga meloloskan wakil ke partai puncak, yakni di ganda putri dan ganda campuran. Pasangan Meiliana Jauhari/Greysia Polii harus merelakan gelar di ganda putri melayang setelah mundur dari pertandingan saat menghadapi wakil Korsel Ha Jung Eun/Kim Min Jung.
Unggulan ketiga itu harus mundur setelah Greysia mengalami cedera bahu kanan pada game ketiga saat kedudukan 0-2 untuk lawan. Sebelumnya, kedudukan mereka imbang setelah berbagi kemenangan 17-21 dan  21-18.
Cedera tersebut dialami Greysia pada saat game kedua kala kedudukan 15-12. Saat itu dia refleks menahan badan dengan tangan kanannya dan berusaha langsung berdiri. Kejadian itu dinilai menjadi awal petaka ligamen tangan kanan Greysia mengalami cedera.
“Sebetulnya saya tidak boleh menahan badan dengan tangan, namun saya refleks ingin mengambil bola, jadi tidak bisa dihindari. Saat jatuh saya hanya mendengar bunyi dari tangan saya, entah itu tulang atau otot, saya tidak tahu. Setelah itu saya menurun dan tidak bisa mempertahankan permainan,” terang Gresyia.
Hasil buruk ini juga diikuti oleh wakil Indonesia lainnya, Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir. Pasangan terbaik tanah air itu kembali gagal meraih gelar setelah ditaklukkan oleh ganda anyar Korsel Ko Sung Hyun/Eom Hye Won dengan skor 22-24, 21-16, 17-21.
Menurut Butet -panggilan Lilyana Natsir- lawan yang dihadapi cukup bagus. Meskipun baru berpasangan, kombinasi permainannya cukup merepotkan.
“Lawan unggul di kekuatan pukulannya terutama Ko, sementara Eom bermain halus di depan net dan bisa bermain dengan tenang,” ucap Lilyana.
“Pada gim ketiga kami bisa bermain normal namun lawan sudah lebih percaya diri. Selain itu di poin-poin kritis kami terlalu terburu-buru dan kurang tenang, padahal dapat poin satu saja susah karena lawan defense nya juga bagus,” lanjutnya.
Ini tentu menjadi peringatan bagi Tontowi/Lilyana. Pasalnya, mereka diharapkan untuk bisa menjadi tumpuan gelar Indonesia dibeberapa kejuaraan lainnya ke depan. (aam)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s