Pemkot Seriusi Masalah SPAM

Posted: 12 September 2011 in Birokrasi

AKHIR-AKHIR ini banyak keluhan warga tentang penyediaan aliran air bersih diKotaTegal, khususnya masalah ketersediaan maupun kualitas. Karena itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal konsen dan serius menangani persoalan tersebut.

Wali Kota Tegal H Ikmal Jaya SE Ak beserta SKPD terkait, dan Plt Dirut PDAM Ngatiri, berkunjung ke Pendopo Kabupaten Tegal, Rabu (7/9) kemarin. Tujuannya membahas masalah pelaksanaan pembangunan jaringan air bersih untuk tiga daerah, yaitu Kabupaten Brebes, Kota Tegal, dan Kabupaten Tegal.

Ikmal mengatakan, sesuai perintah gubernur maka pemerintah tiga daerah bisa berkoordinasi. Khususnya dalam hal memfasilitasi pembebasan tanah. Dia berharap, pembangunan jaringan tersebut berjalan lancar, dan dapat memenuhi kebutuhan air bersih warga Kota Tegal.

Dalam kesempatan sama, Plt Dirut PDAM Ngatiri menuturkan, permasalahan yang muncul dalam pembangunan jaringan air bersih soal pembebasan tanah. Harga yang ditawarkan warga terlalu tinggi. “Contohnya pembebasan tanah untuk Bak Pelepasan Tekanan (BPT) yang membutuhkan lahan 25 M2. Masyarakat meminta seluruh bidang tanahnya diganti rugi, jadi bukan hanya lahan yang dibutuhkan,” ujarnya.

Namun demikian, Ngatiri optimis mampu menuntaskan pembebasan tanah itu. Seperti yang disampaikan Kabag Admnistrasi Keuangan PDAM Kabupaten Tegal, Krisna Wijayanti. Dari 7 BPT yang direncanakan sudah ada 5 BPT yang dibangun. Sekarang tinggal 2 BPT yang masih terkendala harga tanah. “Pembebasan kedua BPT ini akan segera dikoordinasikan. Karena dana dari pusat tidak turun, jika permasalahan pembebasan tanah belum terselesaikan.”

Lebih lanjut Ngatiri menegaskan, reservoir pembagi di Yamansari, untuk tahap pertama yang direncanakan 2012 adalah 250 liter per detik. Itu dibagi untuk tiga daerah. Kota Tegal dalam tahap ini mendapat 80 liter per detik. “Dari 80 ltr per detik ini akan mengalirkan 40 liter per detik untuk pelanggan baru atau jaringan baru, dan debit 40 liter per detik. Sisanya dialirkan untuk daerah yang terpasang dan kekurangan debit atau permintaan airnya tinggi,” papar Ngatiri lagi.

Nantinya sampai akhir 2014, dari reservoir pembagi di Yamansari, Kota Tegal akan mendapat debit air 200 liter per detik, atau sekitar 30,8 persen. PDAM Brebes 200 liter per detik, dan Slawi 250 liter per detik. Dengan debit 200 liter per detik ini, PDAM Kota Tegal bisa melayani 22.000 pelanggan.

Tapi PDAM hanya menargetkan 16.000 pelanggan. Sebab, debit air tersebut sengaja tidak dimaksimalkan agar sisa debit bisa menjaga aliran air tetap lancar. Sejauh ini PDAM telah mempersiapkan penambahan debit air tersebut. Yakni sudah terpasangnya 120 km jalur perpipaan. Dan tahun ini akan membangun 6 km untuk jaringan baru di Kecamatan Margadana dan Kecamatan Tegal Selatan.

Menurutnya, untuk jaringan pipa baru di kedua Kecamatan tersebut dibutuhkan 15 km jaringan dengan anggaran Rp9 miliar. Jika dengan penambahan debit air tersebut, maka PDAM sudah 72 persen memenuhi kebutuhan pelanggan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s