RSUD Minim Alat Pemadam

Posted: 12 September 2011 in Nusantara

SEMARANG– Kalangan DPRD Kota Semarang mengkritisi minimnya alat pemadam yang tak sebanding dengan area RSUD Ketileng. Ironisnya, petugas keamanan internal rumah sakit tak dibekali kemampuan pemadaman api dan pencegahan kebakaran.

“Seharusnya dengan luasan rumah sakit dan banyaknya peralatan kesehatan yang mahal, ada alat pemadam api memadai, minimal alat pemadam api ringan (Apar) di setiap ruang. Buktinya, di setiap poli di ruang rawat jalan, yang di dalamnya ada peralatan kesehatan, tidak ada Apar,” sentil anggota komisi D Yanuar Muncar tanpa merinci jumlah Apar yang dimiliki RSUD.

Hasil pengecekan komisi D juga menemukan RSUD tidak melakukan upaya perawatan di Apar. Sebagian besar Apar tak berfungsi baik. “Seharusnya Apar dicek rutin, minimal tiga bulan sekali. Ternyata banyak Apar yang macet atau tidak keluar busanya.”

Terkait kenyataan tersebut, Yanuar menilai ada kelalaian atau kecerobohan dari manajemen rumah sakit ketika terjadi kebakaran beberapa waktu lalu. “Setidaknya dengan Apar yang memadai dan berfungsi baik, kebakaran bisa diminimalisasi atau dicegah meluas. Hidran air pun tidak dapat berfungsi,” kata Yanuar.

Hasil wawancara dengan sejumlah tenaga satuan pengamanan (satpam) rumah sakit, terungkap mereka tak dibekali kemampuan pencegahan kebakaran. “Saat masuk di rekrutmen outsourcing, rumah sakit tidak menambah pendidikan K3 dengan kemampuan pengendalian api,” katanya.

Dengan semua fakta ini, ditambah manajemen listrik yang tidak mengacu pada aturan instalasi listrik, RSUD rentan terbakar. “Saat sidak untuk mengecek alat kesehatan bantuan pemerintah pusat beberapa waktu lalu kami juga sudah ingatkan untuk memperbaiki sistem kelistrikan. Ternyata terjadi kebakaran dan itu membuktikan rumah sakit mengabaikan peringatan kami,” imbuhnya.

Sebelumnya, Labfor Mabes Polri Cabang Semarang memastikan kebakaran RSUD disebabkan korsleting atau hubungan arus pendek. Terkait hal itu, penyidik Polrestabes sedang menyelidiki ada tidaknya unsur kelalaian di balik peristiwa kebakaran. Sedikitnya 11 saksi—termasuk Dirut RSUD dr Jhoni Abimanyu— telah dimintai keterangan untuk mengetahui sistem pengamanan RSUD.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Kontraktor Listrik Indonesia (AKLI) Jateng Subono Haka berpendapat, penyebab korsleting karena beberapa hal. Antara lain, ketidaksesuaian kabel dengan daya listrik, daya listrik tak sesuai dengan kebutuhan, pemasangan instalasi yang asal-asalan serta penumpukan pada penyambungan listrik.

“Pemasangan instalasi listrik ada aturannya. Kenyataannya, banyak industri dan instansi yang mengesampingkan prosedur karena ingin cepat dan mudah.”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s