Saving Rp 10 M untuk Pemilukada

Posted: 12 September 2011 in Politik

BREBES, METROPOLISPOS – Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kabupaten Brebes kian dekat, namun hingga saat ini belum ada kucuran dana pembiayaan pesta demokrasi tersebut. Padahal, pembiayaan pelaksanaan Pemilukada tahun 2012 bisa membebani APBD 2012. Apalagi sebelumnya Pemkab Brebes belum melakukan saving anggaran pada APBD 2011.

Sekretaris Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Brebes Heri Fitriansyah ST menilai, pembiayaan Pemilukada harus dianggarkan secepatnya. Menurutnya, anggaran itu minimal disaving (dicadangkan-red) di APBD Perubahan 2011 ini, mengingat kesempatan yang ada sudah sangat mepet. “Seharusnya ini muncul kemarin, karena anggarannya besar dan bisa menyedot banyak APBD 2012. Kami sendiri akan mengusulkan agar bisa disaving setidaknya Rp 10 miliar dulu di APBD P yang akan dibahas akhir bulan ini,” tutur Heri usai mengikuti Rapat Bamus.

Sebelumnya Radar memberitakan (28/6) Pemkab Brebes belum berencana menganggarkan biaya Pemilukada 2012. Pasalnya Pemkab masih menilai kebutuhan infrastruktur masih menjadi prioritas. Pemkab Brebes akan memaksimalkan alokasi anggaran Pemilukada 2012 pada APBD selanjutnya agar bisa terkover semua kebutuhannya. Namun begitu, pihaknya juga berharap agar pembiayaan Pemilukada bisa dicicil. “Kalau bisa dicicil kenapa tidak. Tapi untuk kebutuhan yang lain, seperti perbaikan jalan yang rusak juga cukup mendesak saat ini,” kata Bupati Brebes H Agung Widyantoro, saat itu.

Fraksi Demokrat, kata Heri, juga meminta KPU Brebes untuk melakukan peninjauan kembali terhadap nilai yang diusulkan, di mana anggaran totalnya mencapai Rp 35 miliar. Nilai tersebut dinilai terlalu besar dan membebani kebutuhan di sektor yang lainnya. “Kami paham, Pemilukada memang tidak murah tapi tetap harus mengedepankan azas efisiensi dan efektifitas karena sektor lain juga perlu pembiayaan,” ujar Heri.

Menurutnya, besarnya nilai usulan KPU itu juga tidak sebanding dengan kondisi terkini. “Hasil sensus BPS tahun 2010 saja, jumlah penduduk Kabupaten Brebes turun menjadi 1,7 juta jiwa. Dan besar kemungkinan, jumlah pemilih yang masuk dalam DPT juga menyusut. Ini juga harus dipertimbangkan efisiensinya,” tandas dia.

Terkait hal ini, Ketua KPUD Brebes H Masykuri SPd sebelumnya mengatakan kepada Radar, besarnya biaya pelaksanaan Pemilukada itu karena ada beberapa pos pembiayaan untuk komponen penyelenggara. Yakni, KPUD, Panwaslu, Pengamanan dan Desk Pilkada. Masykuri sendiri enggan memperkirakan kebutuhan biaya pesta demokrasi yang telah diusulkan.

“Begini saja, kalau Pilkada 2009 itu sampai Rp 17 M. Sekarang tentu bisa lebih tinggi, apalagi cadangan untuk terjadinya dua putaran juga. Itu masih kami estimasi,” katanya.

Hingga kini, KPU Kabupaten Brebes juga belum melakukan sosialiasi terkait dengan Pemilukada 2012. Sementara sejumlah bakal calon, saat ini sudah ada yang berkampanye, khususnya dengan baliho dan spanduk. Termasuk aksi sosial langsung di tengah masayarakat, seperti bagi-bagi amplop untuk sodakoh

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s