Warga Konsumsi Air Tak Layak

Posted: 12 September 2011 in Serba-serbi

Warga Kalinyamat Kulon, Kota tegal mengkonsumsi air tak layak.

TEGAL, METROPOLISPOS – Kemarau panjang tahun ini menyebabkan krisis air bersih di Kelurahan  Kalinyamat Kulon Kecamatan Margadana. Sumur-sumur warga yang biasa digunakan  saat ini kondisinya sangat memprihatinkan.

Air yang dihasilkan berwarna kuning dan berbau menyengat. Namun demikian,  ribuan warga kelurahan tersebut tetap memanfaatkannya untuk memenuhi kebutuhan  hidup. Hal ini terpaksa dilakukan, lantaran belum adanya perhatian dari  pemerintah setempat.

Menurut keterangan seorang warga RT 08 RW 02 Kalinyamat Kulon, Cayem (65),  kondisi krisis air bersih ini sudah berlangsung sejak empat bulan lalu. Untuk  memenuhi kebutuhan, bagi warga yang mampu membeli ditukang air keliling Rp  1.000 per jerigen. Tapi bagi yang tidak terpaksa tetap menggunakan air  sumurnya yang berwarna kuning dan berbau.

“Kalau yang menggunakan air sumur, hari ini ngansu kemudian diendapkan dan  baru bisa dipergunakan keesokan harinya. Meski begitu, bau bangernya tidak  hilang, tetapi tetap dimanfaatkan untuk mandi, mencuci bahkan konsumsi,”  katanya saat ditemui Sabtu kemarin.

Dijelaskan, untuk kebutuhan sehari-hari dia membutuhkan 5 jerigen ukuran 10  liter. Menurutnya apabila sedang ada uang maka beli di tukang air keliling,  Tetapi apabila ekonomi sedang benar-benar mempet, maka memanfaatkan air sumur  yang kondisinya sudah tidak laik.

“Saya berharap pemerintah setempat segera memberikan bantuan air bersih.  Karena air sumur meski sudah diendapkan ketika digunakan untuk mandi  menimbulkan gatal-gatal. Selain itu bau bangernya juga tidak hilang.”

Ditempat lain seorang tokoh masyarakat setempat, Asmawi Aziz mengatakan,  kondisi seperti ini sebenarnya terjadi hampir setiap tahun pada musim kemarau.  Darisekitar 5.000 warga hanya 2.000-an yang masih bisa menikmati air bersih  saat kemarau seperti sekarang. Karena mereka mampu membuat sendiri sumur-sumur  artesis.

Sementara 3.000 warga lainnya masih menggunakan air sumur yang kondisinya  tidak laik. Hal itu dikarenakan mereka tidak mampu membuat sumur artesis atau  membeli air bersih ecera. “Karena ini hampir setiap tahun terjadi seharusnya  pemerintah setempat tanggap. Tidak perlu menunggu wabah kekeringan ini muncul  di media. Baru kemudian menurunkan bantuan,” tandasnya.

Dikatakan Asmawi, kekeringan sudah berlangsung selama empat bulan ini. Dan  pemerintah baru memberikan suplay air bersih sebelum puasa lalu. Itu juga  tidak berlangsung lama. Kira-kira hanya sekitarlimakali pemerintah  mengirimkan air bersih. Selanjutnya sampai dengan detik ini, belum ada tanda- tanda kiriman air bersih dari pemerintah.

“Beruntung Senin (hari ini) ada pihak swasta yang memberikan dua tangki air  bersih ukuran 5.000 liter. Namun itu juga belum mencukupi kebutuhan ribuan  warga disini. Karena paling untuk memenuhi kebutuhan beberapa hari saja sudah  habis,” papar Asmawi.

Mengingat kekeringan terjadi setiap tahun, rencana pemerintah memebrikan  aliran PDAM harus segera direalisasikan. Selain itu debit air yang dialirkan  juga disesuaikan dengan kebutuhan warga. “Wacana ini sudah lama. Tapi sampai  sekarang belum ada realisasinya. Makanya agar masalah kekeringan disini bisa  diatasi, segeralah pemerintah merealisasikan aliran PDAM ke Margadana  khususnya Kalinyamat Kulon.”

Hal tersebut dibernarkan Ketua RT 08 RW 02 Subroto (45). Bahwa saat ini ribuan  warga di Kalinyamat Kulon sedang alami krisi air bersih. Dan itu selalu  terjadi apabila musim kemarau tiba. Karenanya wacana pemerintah mengalirkan  PDAM kewilayahnya harus segera direalisasikan. Mengingat banyak warga yang  sudah tidak bisa lagi menikmati air bersih.

“Ini untuk kebutuhan jangka panjangnya. Tapi untuk jangka pendeknya, segeralah  pemerintah menggelontorkan air bersih. Dan jangan hanya beberapa kali saja,  tetapi berkelanjutan hingga aliran air PDAM terealisasi,” urai dia.

Sementara itu, Kepala Kantor Kesabangpolinmas Soeripto melalui Kasi Linmas  Soni Sontani menuturkan, sapamai dengan saat ini belum ada satupun kelurahan  yang mengajukansurat. Untuk permintaan bantuan air bersih.

“Belum ada satupunsuratmasuk, terkait permintaan batuan air bersih.”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s