Ribuan Nelayan Antri Beras

Posted: 15 September 2011 in Serba-serbi

KEMENTERIAN Sosial (Kemensos) RI memberikan bantuan beras untuk nelayan Kota Tegal sebanyak  74.445 kg. Penyerahan bantuan dilaksanakan Selasa (13/9) kemarin, belakang Kantor Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) di lokasi Pelabuhan Tegal.

Pada waktu itu ribuan nelayan yang mendapatkan kupon antri mengambil jatahnya masing-masing. Sementara sebelumnya secara simbolis Wakil Wali Kota Tegal Habib Ali Zaenal Abidin, menyerahkan tiga kantong beras seberat 15 kg kepada tiga perwakilan nelayan.

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Sumito mengatakan, bantuan beras gratis berasal dari stok cadang beras pemerintah yang ada di Bulog. Ini dimaksudkan guna membantu nelayan yang mengalami musim paceklik akibat cuaca buruk.

Sesuai data yang diterima dari HNSI setempat, jumlah penerima mencapai 4.963 Kepala Keluarga (KK). Masing-masing KK mendapatkan jatah 15 kg, sehingga total bantuan yang diberikan sebanyak 74.445 kg beras.

“Pemberian bantuan dilaksanakan selama tiga hari. Mulai Selasa (12/9) hingga Kamis (15/9) mendatang. Pelayanan berdasarkan kelompok yang jumlahnya 12. Dalam sehari dibagikan terhadap nelayan di empat kelompok,” ujarnya.

Menurut dia, alokasi beras cadangan pemerintah untuk kabupaten/kota seluruh Indonesia sebesar 100 ton per tahun. Pada dasarnya ini berasal dari APBN dan dialokasikan untuk penanggulangan bencana di wilayah kabupaten/kota yang bersangkutan. Itu sesuai dengan Permensos Nomor 29/HUK/2006.

Sebelum menyerahkan bantuan beras secara simbolis Habib Ali Zaenal Abidin menuturkan, bantuan ini turun lantaran Wali Kota Tegal H Ikmal Jaya SE Ak melayangkan surat permohonan ke menteri kelautan, kemudian ditindaklanjuti dengan dihubungkan kepada kementerian sosial.

“Kita bersyukur permohonan bantuan dikabulakan. Karena bantuan ini sangat membantu nelayan yang sedang mengalami paceklik akibat cuaca buruk. Akibat cuaca buruk operasional penangkapan ikan jadi terganggu. Dampaknya nelayan mengalami tekanan ekonomi,” ujarnya.

Bantuan beras dari Kemensos yang dibagikan merupakan kali pertama dilaksanakan. Sebelumnya pada saat musim paceklik, nelayan mendapatkan bantuan beras dari Pemerintah Kota (Pemkot).

Dia berharap dalam penyaluran bantuan ini bisa tepat sasaran. Sehingga sejalan dengan visi pemkot yakni mengentaskan kemiskinan di wilayahnya. Sistem pembagian bantuan menggunakan kupon yang telah disebarkan sebelumya sesuai data yang dikeluarkan HNSI. “Sehingga apabila saat pengambilan tidak menggunakan kupon, jangan dilayani. Dia juga meminta warga nelayan untuk tidak berrebut. Karena semuanya akan terlayani,” urai dia.

Sementara Ketua HNSI Kota Tegal, Mahmud Effendi membenarkan, bantuan dari kemensos baru ada tahun ini. Sebelumnya bantuan paceklik diberikan oleh Pemkot. “Namun untuk tahun ini, sampai dengan sekarang belum ada bantuan dari Pemkot,” tandasnya.

Diterangkan, apabila cuaca buruk, sekitar 80 persen dari total nelayan yang mencapai 12.000 orang dipastikan tidak melaut. Utamanya mereka yang beroperasi di perairan Natuna, Laut Cina Selatan, serta Kalimantan. Menurut Mahmud, cuaca buruk sudah berlangsung 3 bulan lalu. Namun sejak usai lebaran, cuaca berangsur-angsur membaik. “Kalau cuaca buruk untuk memenuhi kebutuhan biasanya nelayan utang kepada teman, keluarga atau juragan. Dengan adanya bantuan ini sedikit banyak membantu kebutuhan mereka,” pungkasnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s