Dinas Pendidikan Kota Tegal Diminta Tegas

Posted: 16 September 2011 in Edukasi

MENYIKAPI keresahan sejumlah orang tua siswa SMK Bina Insani, yang sampai saat ini belum kantongi ijin. Maka Komisi I DPRD Kota Tegal, dalam waktu dekat bakal memanggil Dinas Pendidikan (Disdik), untuk dimintai keterangan mengenai sikapnya tentang keberadaan sekolah itu. Jangan sampai 76 siswa yang mendaftar serta mengikuti proses belajar-mengajar jadi korban.

Sekretaris Komisi I DPRD W Edi Susilo SH mengatakan, sesuai aduan beberapa orang tua siswa yang masuk dewan, mereka kuatir dengan nasib anak-anaknya. Sebab SMK Bina Insani belum mengantongi ijin. Sedangkan anaknya sudah melakukan aktivitas belajar-mengajar di tempat itu. Menyikapi kondisi semacam ini, pihaknya dalam waktu dekat bakal mengagendakan pemanggilan kepala Disdik. Selain Yayasan Bina Insani dan jajaran sekolah.

“Secara prinsip kami minta 76 siswa SMK Bina Insani dapat diselamatkan. Sehingga status tidak ngambang. Karena sekolahnya belum mengantongi ijin. Harus ada solusi konkrit dari Disdik atas masalah itu. Jika terus dibiarkan, justru siswa-siswanya yang jadi korban.”

Edi mengungkapkan, supaya siswa tidak jadi korban, kalau memang memungkinkan dikeluarkan ijin. Jika Disdik mampu memberikan ijin pada SMK Bina Insani. Tapi sebaliknya apabila tidak bisa, Disdik harus bersikap tegas dengan menghentikan aktivitas belajar-mengajar di sekolah tersebut. Sedangkan siswa yang sudah ikut belajar harus dicarikan sekolah pengganti. Sehingga tidak dirugikan dengan kebijakan Disdik. “Kami rasa ini tantangan bagi Disdik. Apalagi tahun 2011 merupakan pencanangan Tegal Cerdas. Ketegasan Disdik tentang keberadaan SMK Bina Insani harus bisa ditunjukkan,” tuturnya.

Hal senada diungkapkan anggota Komisi I DPRD, H Harun Abdi Manap SH. Karena hampir satu semester berlangsung, sikap Disdik soal keberadaan SMK Bina Insani harus ada. Jangan selalu menunggu. Sebab hal itu sama saja mengorbankan siswa. Apalagi jumlah siswa SMK Bina Insani cukup banyak, sekitar 76 siswa.

“Kalau tidak ada ketegasan dari awal, mereka bakal jadi korban. Kami rasa kekhawatiran orang tua siswa sangat wajar. Karena anaknya belajar di sekolah yang belum berijin. Kami sangat menyangkan Yayasan Bina Insaani, terlalu berani belum mengantongi ijin sudah membuka Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB, red),” papar Harun.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s