IPA PDAM Kedungtukang Terhenti

Posted: 16 September 2011 in Serba-serbi

Kemarau panjang yang melanda seluruh wilayah Jawa, termasuk di wilayah Brebes dan sekitarnya sejak beberapa bulan terakhir ini berdampak menurunnya debit air PDAM Brebes. Selain mengganggu pendistribusian air ke konsumen, distribusi PDAM sendiri kini hanya bergantung pada PDAB Tegal. Lantaran produksi yang dilakukan di Desa Kedungtukang Jatibarang melalui Sungai Pemali tidak bisa dilakukan, lantaran sungai tersebut ikut mengalami kekeringan.

“Untuk produksi air PDAM di musim kemarau tahun ini memang sudah mengalami penurunan. Bahkan sejak kemarin lokasi di Desa Kedungtukang, Jatibarang yang merupakan produksi pengolahan air kini sudah tidak bisa dilakukan lantaran Sungai Pemali sendiri terancam kekeringan. Sehingga alat untuk pengambilan air tidak bisa difungsikan lagi untuk sementara waktu,” kata Humas PDAM Brebes Among Budiono SE, kepada Radar Kamis (15/9).

Menurutnya, penurunanya dari pengambilan air di Pemali itu sekitar 25 liter/ detik. Makanya pihaknya berdoa agar dalam waktu dekat ini hujan akan turun, khususnya di wilayah selatan. Sehingga, alir yang mengalir dari selatan itu bisa tersalurkan ke wilayah utara ini. Termasuk pengoperasin di IPA Kedungtukang Jatibarang bisa kembali bekerja termasuk untuk penambahan debit air itu sendiri.

Terpisah Direktur PDAM Brebes Karmai Widiastuti SE didampingi Kepala Bagian Teknik Sri Tono SE meminta maaf kepada pelanggan lantaran saat ini pendistribusian air ke pelanggan agak tersendat, khususnya wilayah Kota Brebes.

“Kami berharap sebanyak 6.850 pelanggan PDAM Brebes, khususnya dikotaBrebes sendiri bisa menyadari gangguan distribusi air yang tidak lancar ini. Pasalnya memang saat ini ada kendala terkait cuaca kemarau yang memang membuat distribusi air dari Sungai Pemali tidak bisa dilakukan, karena sungai tersebut juga ikut kering,” katanya.

Ditambahkan bahwa saat ini PDAM Brebes hanya bergantung pada PDAB Kabupaten Tegal. Sedangkan pendistribusian dari PDAB Tegal ini sejak musim kemarau saat ini juga mulai berkurang. Yakni dari pasokan utama sebanyak 63-65 liter/detik kini yang masuk hanya sekitar 54 liter/detik saja. Jadi tercatat ada sekitar 9 liter/ detik dalam pengurangannya.

“Kami memprediksi bahwa musim kemarau di tahun 2011 ini puncaknya di bulan September hingga nanti memasuki awal Oktober nanti. Makanya masyarakat khususnya pelanggan PDAM Brebes harus bisa menyadari kondisi alam ini. Karena memang sejak kemarin sebanyak 3 pompa air yang berada di Desa Kedungtukang Jatibarang, pada alat ukurnya kini menggantung, lantaran memang debit sungai Pemali mengalami kekeringan. Makanya, saat ini pun produksi air yang biasanya dilakukan dan bisa memproduksi sekitar 25 liter/detik di lokasi tersebut kini terpaksa tidak bisa dioperasikan,” bebernya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s