Puluhan PGOT Digaruk

Posted: 16 September 2011 in Serba-serbi

USAI Lebaran, Pengemis Gelandangan dan Orang Terlantar (PGOT) kembali berkeliaran di berbagai sudut Kota Tegal. Selain membuat wajahkotajadi tidak sedap dipandang, juga dianggap sangat meresahkan masyarakat. Karena itu, Pemkot segera mengambil tindakan tegas. Melalui tim gabungan yang dimotori Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans), Kamis (15/6) kemarin menggelar razia. Dalam giat tersebut, sejumlah 32 orang PGOT berhasil diciduk.

Menurut Kepala Dinsosnakertrans H Sumito melalui Kabid Rehab dan Bantuan Sosial Indardi, banyak laporan masuk terkait keberadaan PGOT, yang mulai bermunculan usai Lebaran sampai sekarang. Kemudian ditindaklanjuti dengan menggelar razia.

“Total PGOT yang terjaring dalam kegiatan ini 32 orang, dengan jenis kelamin laki-laki 19 orang, dan perempuan 13 orang. Dari total tersebut rata-rata pengemis. Sedang psikotik atau orang gilanya terdapat 3 orang, satu perempuan serta dua laki-laki. Disamping itu, hasil razia juga terdapat PGOT anak-anak sebanyak 4 orang, satu perempuan, dan 3 laki-laki.”

Dari jumlah PGOT yang terjaring razia, tambahnya, kebanyakan malah pengemis. Selain itu juga wajah-wajah baru. Lalu dilakukan pendataan. Bagi yang masuk usia produktif dikirim ke Balai Rehab Sosial (Barehsos) Samekto Karti Comal. Sementara lainnya diberi pembinaan. “Tim gabungan razia PGOT terdiri dari beberapa unsur. Di antaranya Polres Tegal Kota, Satpol PP, Kesbangpolinmas, Dinsosnakertrans, dan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika. Tim terbagi menjadi dua kelompok untuk merazia wilayah timur dan barat,” imbuh Indardi.

Untuk wilayah barat, ujarnya, tim menyisir beberapa lokasi. Mulai dari terminal bus, Jalan Kolonel Sugiono,RitaSuperMall, Hang Tuah, dan Gajah Mada. Sedangkan tim wilayah timur antara lain di Jalan Jendral Sudirman, alun-alun, Jalan A Yani, Pasar Pagi, Stasiun, PAI, Pasar Beras, Kantor Pos serta Jalan Kartini. “Tim mulai bergerak pukul 09.00 sampai dengan 12.00. Wilayah yang hasil tangkapannya paling banyak adalah timur, khususnya di alun-alun dan Pasar Pagi.”

Razia rutin dilaksanakan setiap bulan. Hanya saja antara PGOT dan PSK saling bergantian. Pada pelaksanaan Juni lalu tim berhasil mengamankan 34 orang PGOT. Hasil razia meningkat pada kegiatan Juli lalu yang mencapai 37 orang. Sedangkan bulan ini menurun menjadi 32 orang yang terjaring razia.

Indardi berharap dengan rutin dilakukan razia, maka jumlah PGOT yang berkeliaran dan mangkal disudut-sudut kota kian berkurang. Sehingga masyarakat Kota Tegal merasa nyaman dan wajah kota pun nampak lebih enak dipandang

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s