Archive for the ‘Edukasi’ Category

Dinas Pendidikan Diminta Kleuarkan Ijin

Posted: 18 September 2011 in Edukasi

TEGAL,METROPOLISPOS – Komite Sekolah SMK Insan Mulia Kota Tegal, mendesak Dinas Pendidikan (Disdik) mengeluarkan ijin untuk opersional SMK tersebut. Sebab prosedur perijinan telah dilakukan sekolah sejak bulan Februari 2011. Namunsuratitu tidak direspon. Tanpa ada alasan jelas, Disdik justru menolak. Sikap ini dinilai sebagai bentuk kurang pedulinya instansi tersebut, terhadap masalah pendidikan di Kota Tegal.

Hal ini diungkapkan Ketua Komite Sekolah SMK Insan Mulia Wiweko Widodo. Menurutnya, Yayasan Insan Mulia yang beralamat di Jalan Dewi Sartika Nomor 72 Pesurungan Kidul, melaluisuratNomor 006./U/SMK/II/2011, tertanggal 23 Februari 2011, telah mengajukan permohonan ijin pendirian sekolah kepada Disdik. Bahkansuratitu ditegaskan kembali melaluisuratNomor 0007/SMK/III/2001, tertanggal 21 Maret 2011 yang juga ditujukan pada dinas tersebut, meminta permohonan audiensi. Namun sampai 2 kali melayangkansurat, Disdik tidak memberikan jawaban sama sekali.

“Suratdari Yayasan Insan Mulia Kota Tegal, baru dijawab Disdik setelah yayasan menyiapkan semua keperluan sekolah, dan membentuk panitia Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB). Yakni, tepatnya tanggal 27 April 2011. Melalui suratNomor 421.5/011, Disdik menolak pengajuan ijin sekolah. Dengan alasan, pertama lokasi yang akan digunakan terlalu dekat dengan sekolah sejenis. Kedua jumlah SM/MA dan SMK yang ada di Kota Tegal sekarang menampung lulusan SMP/MTs. Ketiga, jumlah SMK berbanding SMA memenuhi perbandingan yang ditetapkan oleh kebijakan pemerintah.”

Ditegaskan Wiwek, tanggal 7 Juni 2011, Disdik melaluisuratNomor 422.1/023 melayangkansuratteguran. Intinya, sebelum ada ijin operesional, SMK Insan Mulia dilarang melakukan aktivitas PPDB. Kemudian meminta SMK itu menghentikan aktivitas PPDB yang sedang berlangsung. “Kalau kebijakan ini diterapkan pada semua, mungkin kami tidak komplain. Namun anehnya, penolakan ijin cuma diberlakukan pada SMK Insan Mulia. Sedangkan sekolah lain tidak. Hal ini dibuktikan dengan terbitnya ijin opersional tahun 2011. Kebetulan bersamaan, yakni SMK Ikhsaniyah. Sehingga kami minta keadilan, supaya Disdik tidak tebang pilih dalam mengeluarkan kebijakan,” tegasnya.

Ditambahkan, sebagai bentuk realisasi amanah UUD 1945, pihaknya mendesak Disdik mengeluarkan ijin pada SMK Insan Mullia secepatnya. Apalagi saat ini ada 76 siswa, yang terbagi dalam 2 kelas yang melakukan aktivitas belajar-mengajar. Kalau Disdik melakukan hal itu, sama saja menelantarkan nasib 76 siswa. “Kami mewakili orang tua siswa, mendesak Disdik tidak berbuat diskriminasi terhadap SMK Insan Mulia. Semua prosedur dan persyaratan pendirian kami penuhi. Sehingga tidak ada lasan Disdik menolaknya.”

Iklan

MENYIKAPI keresahan sejumlah orang tua siswa SMK Bina Insani, yang sampai saat ini belum kantongi ijin. Maka Komisi I DPRD Kota Tegal, dalam waktu dekat bakal memanggil Dinas Pendidikan (Disdik), untuk dimintai keterangan mengenai sikapnya tentang keberadaan sekolah itu. Jangan sampai 76 siswa yang mendaftar serta mengikuti proses belajar-mengajar jadi korban.

Sekretaris Komisi I DPRD W Edi Susilo SH mengatakan, sesuai aduan beberapa orang tua siswa yang masuk dewan, mereka kuatir dengan nasib anak-anaknya. Sebab SMK Bina Insani belum mengantongi ijin. Sedangkan anaknya sudah melakukan aktivitas belajar-mengajar di tempat itu. Menyikapi kondisi semacam ini, pihaknya dalam waktu dekat bakal mengagendakan pemanggilan kepala Disdik. Selain Yayasan Bina Insani dan jajaran sekolah.

“Secara prinsip kami minta 76 siswa SMK Bina Insani dapat diselamatkan. Sehingga status tidak ngambang. Karena sekolahnya belum mengantongi ijin. Harus ada solusi konkrit dari Disdik atas masalah itu. Jika terus dibiarkan, justru siswa-siswanya yang jadi korban.”

Edi mengungkapkan, supaya siswa tidak jadi korban, kalau memang memungkinkan dikeluarkan ijin. Jika Disdik mampu memberikan ijin pada SMK Bina Insani. Tapi sebaliknya apabila tidak bisa, Disdik harus bersikap tegas dengan menghentikan aktivitas belajar-mengajar di sekolah tersebut. Sedangkan siswa yang sudah ikut belajar harus dicarikan sekolah pengganti. Sehingga tidak dirugikan dengan kebijakan Disdik. “Kami rasa ini tantangan bagi Disdik. Apalagi tahun 2011 merupakan pencanangan Tegal Cerdas. Ketegasan Disdik tentang keberadaan SMK Bina Insani harus bisa ditunjukkan,” tuturnya.

Hal senada diungkapkan anggota Komisi I DPRD, H Harun Abdi Manap SH. Karena hampir satu semester berlangsung, sikap Disdik soal keberadaan SMK Bina Insani harus ada. Jangan selalu menunggu. Sebab hal itu sama saja mengorbankan siswa. Apalagi jumlah siswa SMK Bina Insani cukup banyak, sekitar 76 siswa.

“Kalau tidak ada ketegasan dari awal, mereka bakal jadi korban. Kami rasa kekhawatiran orang tua siswa sangat wajar. Karena anaknya belajar di sekolah yang belum berijin. Kami sangat menyangkan Yayasan Bina Insaani, terlalu berani belum mengantongi ijin sudah membuka Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB, red),” papar Harun.

1.366 Mahasiswa UPS Ikuti KKN

Posted: 13 September 2011 in Edukasi

SEBANYAK 1.366 mahasiswa Universitas Pancasakti (UPS) Tegal, Senin (12/9) kemarin, mengikuti pelepasan Kuliah Kerja Nyata (KKN).Parapeserta nantinya diterjunkan ke tengah masyarakat yang tersebar diKotadan Kabupaten Tegal, Brebes, dan Pemalang.

Ketua Panitia Ir Kusnandar MSi mengatakan, KKN Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) bertujuan meningkatkan partisipasi masyarakat dam pos daya kesehatan. Peningkatan kemandirian dalam pos daya pendidikan, memberi kesempatan pada setiap mahasiswa untuk belajar mengatasi berbagai permasalahan, memberikan lebih banyak wawasan serta berusaha membantu pemerintah dengan mempercepat proses akselarasi pembangunan.

“Khususnya di bidang kesehatan, pendidikan, kewirausahaan dan lingkungan hidup dan mempersiapkan kader pembangunan masyarakat di pedesaan. KKN dilaksanakan selama 2 bulan mulai 12 September hingga12 November 2011. Mahasiswa akan disebar di 6 kecamatan, masing-masing Kecamatan Margadana dan Tegal Selatan untuk Kota Tegal. Khusus Kabupaten Tegal di Kecamatan Pangkah dan Tarub. Lalu Kabupaten Pemalang di Kecamatan Ulujami, dan Kabupaten Brebes di Kecamatan Tanjung.”

Dia menambahkan, dari 6 kecamatan tersebut bakal dipecah atau ditempatkan di 87 desa, dengan total 1.366 mahasiswa serta 43 dosen pembimbing lapangan. “Untuk orientasi bidang garapan mencakup kesehatan, pendidikan, ekonomi dan lingkungan,” imbuhnya

30 Tahun SMA Negeri 1 Randudongkal

Posted: 12 September 2011 in Edukasi

SMAN 3 Randudongkal

RANDUDONGKAL – Diusianya yang semakin menua, 30 tahun SMA Negeri 1 Randudongkal terlahir di dunia Pendidikan memiliki segudang prestasi, seperti yang tersurat dalam visinya unggul dalam prestasi, santun dalam budi pekerti, berlandaskan budaya ibu pertiwi.
Hal itu disampaikan Drs Adi Prihastanto, MPd Kepala SMA Negeri 1 Randudongkal dalam acara Halal Bi Halal Keluarga Besar SMA Negeri 1 Randudongkal Senin (5/9) kemarin.
” SMA Negeri 1 Randudongkal mengupayakan siswa agar memiliki jiwa imtaq yang tercermin dalam perilaku sehar—hari sesuai dengan ajaran agama yang dianutnya, mampu menguasai standar kompetensi mata pelajaran SMA dengan batas minimal 7,5, memiliki kecakapan hidup (life skills) untuk bekal dalam masyarakat, memiliki disiplin, etos kerja tinggi dan wawasan hidup kebangsaan dan bernegara, memiliki nilai dasar humaniora untuk menerapkan kebersamaan dalam kehidupan, menguasai pengetahuan dan keterampilan akademik serta semangat belajar tinggi untuk melanjutkan pendidikan, Mampu berfikir logis, kritis, inovatif, dan kreatif serta mampu berkomunikasi lisan maupun tulisan, Memiliki kemampuan berolah raga, memiliki kebugaran, dan berekspresi serta mengapresiasi seni
dan keindahan,”terangnya.
Ia menambahkan, pihaknya secara rutin setiap tahun sekali selalu mengadakan acara yang penuh sakral kendati tempatnya berpindah-pindah.
” Hal ini dilakukan agar rasa kebersamaan, mempererat tali silahturahmi diantara keluarga besar SMA Negeri 1 Randudongkal dan dapat pula sebagai peningkatan kinerja bagi Guru dan Karyawan,”tambahnya.
Kita semua harus berbangga, lanjut Adi panggilan akrab Kepala SMA Negeri 1 Randudongkal, angka kelulusan UN 2011 yang lalu dari jumlah siswa 268 kelulusannya mencapai 100 persen. Hal ini membuktikan kinerja para Bapak/Ibu Guru sangat bagus, namun demikian perlu ditingkatkan.
Ditempat yang sama, Desta Purwa Nuvusilo Ketua Panitia halal bi halal Keluarga Besar SMA Negeri 1 Randudongkal kepada Radar mengatakan kegiatan halal bi halal dilakukan secara rutin, tempatnya bisa berpindah-pindah atau tidak menetap tergantung dari situasional.
” Dengan tujuan agar peningkatan kinerja bagi Guru dan Karyawan SMA Negeri 1 Randudongkal lebih bisa ditingkatkan, sejalan dengan itu jumlah siswa di SMA Negeri 1 Randudongkal sebanyak 924 orang murid, pada tahun 2011 hasil UN dari sejumlah 268 orang murid lulus 100 persen,”katanya.
Lebih lanjut, Desta panggilan akrab Ketua Panitia menuturkan dengan diselenggarakan Halal bi halal ini dikandung maksud sebagai wahana kebersamaan, dan juga mempererat tali silahturahmi bagi Guru dan Karyawan, lebih luas lagi diatara keluarganya.

SMPN 13 Kota Tegal

Posted: 12 September 2011 in Edukasi

SMPN 13 Kota Tegal.

TIDAK bisa dipungkiri, keberadaan SMPN 13 Kota Tegal, dulu dikenal dengan sekolah buangan. Karena hampir rata-rata siswa yang masuk kesekolah yang terletak di Jalan Rambutan Kraton Tegal Barat itu merupakan sisa yang terdepak dari sekolah favorit.

Image buruk itu pun sepertinya sudah mengakar di benak masyarakat selama berpuluh-puluh tahun lamanya. Akibatnya input yang didapatkan juga kualitasnya dibawah rata-rata.

Namun memasuki tahun pelajaran 2011-2012 ini, ada sebuah perubahan besar dalam sekolah tersebut. Baik itu dari kedisiplinan, wajah atau pemandangannya, main set,  serta aspek-aspek lainnya. Salah satu contohnya adalah wajah kampus SMPN 13.

Dulu pemandangannya terlihat sangat kumuh dengan banyaknya ilalang yang tumbuh subur. Sekarang siapa pun orang yang memandangnya akan terkagum-kagum. Selain nampak bersih dan rapi, dinding-dinding bangunan kampus juga dihiasi oleh desain-desai batik penuh warna warni. Selain itu juga gambar-gambar lukisan terpampang dimana-mana.

Kepala SMPN 13 Kota Tegal Drs Mugiyatno mengatakan, perubahan lain dalam tubuh SMPN 13 Kota Tegal adalah adanya simbol khusus yang menjadi ikon sekolah. Yakni gambar seorang gadis cantik yang sedang tersenyum dengan manis.

Menurut dia, gambar tersebut memiliki arti selamat datang menyambut keceriaan dan kecerahan masa depan. Ini sudah mulai diterapkan pada peserta didik baru tahun pelajaran 2011-2012 ini.

“Untuk siswa simbol itu dituangkan dalam bentuk bros dan dipasang di dada kiri setiap siswa. Selain itu gambar simbol ini juga ada di setiap sabuk siswa baru tahun ini,” katanya.

Guna memajukan SMPN 13, Mugiyatno menerapkan disiplin yang lumayan ketat. Tentunya dengan tidak meninggalkan unsur kebersamaan atau sengkuyung. Kedisiplinan terlihat, dengan tidak adanya lagi siswa yang terlambat dan berkeliaran diluar sekolah pada jam-jam belajar.

“Dulu banyak anak yang keluar kelas bahkan sekolah meski jam pelajaran masih berlangsung. Sekarang siswa masuk pukul 07.00 tepat, bagi yang terlambat 5 menit masih ditoleransi. Namun bagi yang melbihinya maka tidak akan dibiarkan masuk begitu saja,” paparnya.

Terkait akademisnya, saat ini dia sedang mengupayakan agar SMPN 13 bisa meraih predikat Sekolah Standar Nasional (SSN). Namun dia juga tidak menampik masih adanya kekurang untuk meningkatkan kualitas akademik. Yakni belum adanya laboratorium bahasa dan laboratorium komputer yang tidak layak.

Karenanya Mugiyatno berharap, pemerintah bisa membantu untuk melengkapi fasilitas-fasilitas yang ada. Sehingga niatan untuk menjadikan SMPN 13 sekolah yang berkualitas bisa terrealisasi.

SDN Karangjati 1 Kesulitan Air Bersih

Posted: 10 September 2011 in Edukasi

SLAWI-METROPOLSPOS – Pasca kebakaran yang menghanguskan dua ruangan SD Negeri Karangjati 1 Kecamatan Tarub, Kamis (1/9) pukul 04.00 WIB, mengakibatkan sekolah tersebut kesulitan air bersih. Untuk mendapatkannya, pihak sekolah harus rela mengambil air dari pemukiman warga sekitar.
Kepala SD Negeri Karangjati 1, Manis Suprapto mengaku, pasokan air bersih untuk MCK para siswa dan dewan guru, sama sekali tidak ada. Meski ada, harus rela meminta kepada warga sekitar. Menurutnya, sebelum amukan sijago merah melalap kedua ruangannya itu, pihak sekolah mengkonsumsi air bersih melalui pompa air yang di sedot dengan menggunakan aliran listrik. Tetapi berhubung listriknya turut terbakar, sehingga pihaknya mengkonsumsi air seadanya. Dirinya tak mengelak, dua ruang yang hangus terbakar, yakni ruang kepala sekolah dan ruang guru, kondisinya kini sangat memprihatinkan.
“Akibat kebakaran ini, kami mengalami kerugian sekitar Rp 200 jutaan,” kata kepala sekolah, kepada sejumlah wartawan, Selasa (6/9) pagi.
Kerugian yang dialaminya antara lain, buku induk selama 43 tahun, buku rapor murid, buku pelajaran, 8 lemari kayu, 1 lemari kaca, 1 tape recorder merk Tens, peralatan olahraga, 1 set peralatan kesenian, 1 set meja kursi ruang tamu dan meja kursi kepala sekolah, serta peralatan Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Semua barang yang terbakar, berada diantara kedua ruangan tersebut. Sementara selama dua ruangan itu belum diperbaiki, ruang kepala sekolah dan guru dialihkan ke gudang sekolah. Kondisi gudang sangat kotor dan sempit. Luas gudang sekira 81 meter persegi.
“Kami terpaksa disini (Gudang sekolah, red), karena tidak ada ruangan lagi. Ruang kelas siswa saja hanya 5 lokal,” ucapnya sedih.
Dia menambahkan, upaya melaporkan atas kejadian itu, sudah dilakukan hingga ke tingkat kabupaten. Dia berharap, dua ruangan tersebut, secepatnya mendapat bantuan pembangunan. Sehingga, proses belajar mengajar, tidak terhambat. “Kami sudah mengajukan proposal baik ke UPTD setempat, maupun ke Dinas Pendidikan Kabupaten Tegal serta Bupati Tegal. Semoga proposal itu, secepatnya mendapat jawaban dari mereka,” pungkasnya.
Berita sebelumnya, kali pertama kebakaran itu diketahui, oleh dua orang pengendara sepeda motor yang tengah melintas di ruas jalan depan sekolah yang merupakan jalur Kramat Pangkah tersebut.
Kedua orang itu, bergegas mendatangi salah satu warga yang tinggalnya tidak jauh dari lokasi. Setelah berhasil membangunkan warga yang diketahui bernama Nasir, kemudian membangunkan warga lainnya termasuk penjaga sekolah, Kasmuri, yang tinggalnya beberapa meter dari gedung sekolah.
Mendapat kabar demikian, lantas Kasmuri segera menghubungi petugas Polsek Tarub yang selanjutnya meminta bantuan kepada Polres Tegal dan petugas pemadam kebakaran. Selang sekitar setengah jam kemudian, dengan bantuan dua unit mobil damkar, api berhasil dijinakan setelah menghanguskan dua ruangan tersebut.
Kapolres AKBP Nelson Pardamean Purba SIK melalui Kapolsek Tarub AKP Supratman, membenarkan kebakaran yang sudah menghanguskan dua ruang tersebut. Berdasarkan penyelidikan sementara dan keterangan sejumlah saksi, api berasal dari hubungan arus pendek di ruangan kepala sekolah.
“Di dalam ruangan tersebut terdapat arsip para siswa kelas 1-6, seperangkat printer, tape yang biasanya digunakan untuk senam/olahraga dan rapor siswa,” jelasnya.
Terpisah, hal senada diungkapkan Kepala UPTD Dikpora Tarub, Hj Nurnaningsih. Menurutnya, kebakaran disinyalir akibat konsleting listrik. Kondisi sekolah pada saat kejadian, tidak ada orang satupun karena situasinya sedang liburan Idul Fitri. Menurutnya, penjaga sekolah juga tidak tinggal di lingkungan sekolah.
“Kami mendapat laporan dari Kasubag TU UPTD setempat. Dan laporan itu, kami lanjutkan ke Kepala Dinas Pendidikan,” katanya, saat dihubungi melalui sambungan elektronik