Archive for the ‘Ekonomi dan Bisnis’ Category

Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI) meminta pemerintah dan pihak terkait untuk mengawasi dan memantau harga pupuk urea bersubisi PT Kujang di wilayah Kabupaten Brebes. Pasalnya, munculnya wacana penarikan pupuk Kujang pada akhir tahun ini, rentan menimbulkan permainan harga yang oleh pihak-pihak yang ingin memanfaatkan kecemasan para petani.

“Saat ini hingga bulan Desember nanti, petani sudah resah dengan akan ditariknya pupuk Kujang diganti Pusri. Karenanya, secara psikologis ini mempengaruhi petani menjadi cemas, dan mereka rentan menjadi obyek korban permainan harga,” kata Ketua Umum ABMI, HM Asmawi Isa SH seusai halal bihalal anggota DPRD dan pegawai Setwan, Kamis (15/9).

Secara tegas, pihaknya menolak peralihan pupuk Kujang ke Pusri di wilayah Kabupaten Brebes. Sebab, ketergantungan dan kebutuhan masyarakat sudah terlanjur fanatik dengan Kujang sebagai sahabat cocok tanam. Selain itu, permintaan petani di Kabupaten Brebes terhadap Kujang cukup tinggi untuk tanaman bawang merah maupun padi. Namun, munculnya wacana tersebut, membuat petani rawan dikorbankan harga dengan melambungnya harga.

“Imbasnya petani khawatir tidak akan ada Kujang lagi mulai tahun depan. Dan mereka bisa dimanfaatkan penjual atau pihak-pihak yang menjualnya dengan harga tinggi. Sehingga, kami meminta pemerintah untuk melakukan pengawasan ketat terhadap distributor, agen hingga penjual eceran,” tandas Wakil Ketua DPRD Brebes itu.

Sementara itu, Abdurrahman, Ketua Poktan Sumber Pangan Desa Tegalglagah, Kecamatan Bulakamba menuturkan, permintaan pupuk Kujang anggotanya cukup tinggi. Karena selain untuk tanam bawang merah pada bulan September hingga Desember, pupuk Kujang juga digunakan pada tanaman padi bulan tertentu. “Kami jelas was-was dan tidak tenang. Apalagi menjelang dicabut sesuai informasi tahun depan, harga Kujang saat ini sudah Rp 2000 perkilogram, padahal sesuai HET hanya Rp 1600-an. Bagaimana jika semakin mendekati akhir tahun,” ujarnya setengah bertanya.

Gathering Nasabah Prima UlaMM

Posted: 11 September 2011 in Ekonomi dan Bisnis

TEGAL, METROPOLISPOS – PT Permodalan Nasional Madani (Persero), Rabu (7/9) menggelar Gathering Nasanbah Prima UlaMM di Boombu HotKotaTegal. Kegiatan yang diikuti sekitar 110 peserta sekaligus menjadi ajang silaturahmi antara debitur dan karyawan untuk mempererat kerjasama yang selama ini terbina dengan apik.

Feri Indriyadi, Koordinator Cluster Tegal mengatakan, kegiatan kali ini juga menjadi ajang halal bi halal sehingga diharapkan mampu menjaga dan meningkatkan hubungan yang baik antara pihaknya dengan debitur atau nasabah, khususnya nasabah Prima. Kegiatan kali ini juga diikuti 7 cluster yaitu Tegal, Brebes Kota, Jatibarang, Slawi, Randudongkal, Pemalang dan Talang. PT Pemodalan Nasional Madani (Persero) hadir di Tegal bulan Maret 2010 dan hingga saat ini berhasil menyalurkan Rp 400 miliar kepada 700 debitur. Kegiatan seperti ini juga diharapkan mampu menjalin komunikasi yang baik antara pihaknya dengan nasabah sehingga bisa lebih dikenal di wilayah Tegal dan sekitarnya.

“Ini adalah kegiatan positif dan diharapkan ke depannya bisa terus dipertahankan,”ujarnya.

Afif Komarudin, Ketua Panitia membenarkan jika kegiatan seperti ini menjadi salah satu sarana untuk mengakrabkan diri. Dengan demikian, para nasabah bisa sharing informasi tentang usaha dan kegiatan masing-masing agar bisa menjadi lebih baik. Di satu sisi, kedekatan yang sudah terjalin speerti sekarang diharapkan menjadi modal agar diikuti nasabah-nasabah baru untuk bergabung. Dalam suasana santai dan penuh kebersamaan, diharapkan apa yang menjadi tujuan selama ini bisa tercapai atas dukungan semua pihak.

“Mudah-mudahan kegiatan seperti ini bisa terus dipertahankan ke depannya,” pungkasnya.

TEGAL, METROPOLISPOS – Posko mudik Indosat, Rabu (24/8) secara serentak diluncurkan. Program Mudik Penuh Senyum Indosat secara nasional berjumlah 1.695 posko. Terdiri dari layanan posko mudik, layanan penjualan, galeri dan modern retail channel Indosat di sepanjang jalur mudik lintas Sumatera, Jawa dan Bali.

Head of Sales Area Indosat Tegal Aris Sulistyawan mengatakan, ada beberapa jenis posko mudik yang didirikan Indosat. Diantaranya, posko mudik spesial, posko mudik di rumah makan favorit, posko mudik penjualan plus, posko mudik public transportation dan tempat pariwisata serta team penjualan motoris. Untuk wilayah Tegal dan sekitarnya, didirikan beberapa posko seperti di SPBU Bangsri, Comal, SPBU MURI, SPBU Bumiayu, Stasiun Tegal serta Guci. Hadirnya Posko Mudik Indosat di berbagai jalur mudik ini merupakan wujud dari komitmen Indosat yang semakin mengerti dan memahami kebutuhan spesifik pelanggan di saat-saat khusus seperti saat melakukan kegiatan mudik, sehingga pelanggan dan masyarakat dapat merasakan nilai lebih dari layanan Indosat.

Dari sisi jaringan, terdapat penambahan kapasitas untuk mengantisipasi lonjakan seprti tahun sebelumnya. Di tahun 2010, terdapat 11,7 juta erlang per hari dan 900 juta SMS per hari. Di tahun 2011 menjadi 14 juta erlang per hari dan 1,2 miliar SMS per hari secara nasional. Untuk Jateng dan DIY, terdapat 140 juta pelanggan dengan 180 juta SMS per hari. Pihaknya juga memberikan kesempatan kepada pemudik yang memerlukan tempat istirahat sejenak bisa memanfaatkan posko di Galeri Indosat Jalan Mayjen Sutoyo Kota Tegal.

”Ini adalah bagian dari pelayanan kami untuk terus memberikan yang terbaik kepada pelanggan,” katanya.

PEMALANG, METROPOLISPOS – PT Aspal Pemalang Alam Lestari perusahaan dariKoreaberencana akan membangun pabrik di Kabupaten Pemalang. Pembangunan pabrik aspal ini bertujuan untuk mengoptimalkan manfaat sumber daya alam dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Rencana pembangunan pabrik ini baru pada tahap awal paparan materi yang baru dilakukan
di Aula BKD setempat, Jumat (9/9) kemarin.

Acara paparan dihadiri langsung oleh Bupati Pemalang H Junaedi SH MM, sejumlah Assisten Sekda, Kepala Bappeda Ir Daryono CES dan Kepala DPU Ir Moh Arifin MSi serta sejumlah pejabat
dinas dan intansi yang ada di Kabupaten Pemalang. Sementara itu dari rombongan Tim Korea dariTaiwan Mr Huang, Mr Chou dan pendampingnya dari PT Aspal Pemalang Alam Lestari Ny Yati Heryanti dan Kumoro.

Ny Yati Heryanti dari PT Aspal Pemalang Alam Lestari menyampaikan acara paparan hari ini untuk menyambung pembicaraan sebelumnya dengan Bappeda. Pembangun pabrik aspal dingin intans ini karena melihat banyak sekali diIndonesia, seperti Jawa Barat dan Jawa Tengah, khususnya di Kabupaten Pemalang potensi alam. Sehingga kehadirannya ini ingin memberikan sesuatu yang lain dan ingin ikut membangun Kabupaten Pemalang.

“Pembangunan pabrik aspal dingin ini diharapkan akan memberikan nilai positif bagi masyarakat di
Kabupaten Pemalang,” katanya.

Adapun tujuan mendirikan pabrik aspal dingin ini untuk mengoptimalkan sumber daya alam dan ingin membuka lapangan pekerjaan. Serta untuk meningkatkan kesehjarateraan masyarakat, PDRB dan meningkatkan pendapatan daerah termasuk untuk peningkatan devisa.

Tim Korea dariTaiwanMr Huang saat memberikan paparan sebelumnya menyampaikan terima kasih kepada bupati yang telah memberikan respon adanya rencana pembangunan pabrik aspal dingin di Kabupaten Pemalang.

Menurutnya, daerah Kabupaten Pemalang sendiri banyak potensi di antaranya kaya akan pasir batu, terutama yang ada di wilayah Kecamatan
Watukumpul. Selain itu letaknya juga strategis  untuk wilayah Jawa Tengah karena jika pabrik ini berhasil di bangun untuk pemasaran jalur tranportasi bisa melalui pelabuhan diSemarang.

MR Huang ingin membangun pabrik di Pemalang tujuannya untuk membantu pemerintah. Selain itu juga untuk membatu pengembangan dalam bidang pertanian. Berdasarkan hasil pengamatannya saat ia melewati
Kabupaten Pemalang dan masuk ke pelosok-pelosok desa merasa prihatin ketika melihat kondisi jalan-jalan yang banyak mengalami rusak. Sehingga agar trasportasi berjalan lancar dan daerah Pemalang ini semakin berkembang maka perlu adanya  pembangunan pabrik aspal.

Aspal dingin yang akan diproduksi nanti menurut MR Huang banyak keunggulannya karena saat penggunaan dalam kondisi dingin pun masih bias dikerjakan dengan mudah dan lebih murah tanpa harus mengeluarkan dana banyak dan lebih murah dari semen.

“Saat kita menggunakannya tinggal jalan-jalan yang berlubang dibersihkan dikasih bahan aspal dingin ini lalu diratakan,” ucapnya.

Untuk rencana lokasi pembangunan pabrik di Kecamatan Watukumpul sedangkan kapasitas produksi 500 m3 per hari, biaya produksi Rp. 280/ Kg, belum termasuk upah tenaga, sewa
mesin, dan BBM. Adapun estimasi total investasi senilai Rp. 48.775.000.000.

Sementara Bupati Pemalang H Junaedi SH MM menyambut baik kehadiran PT Aspal Pemalang Alam Lestari yang berencana akan membangun pabrik di Pemalang. Bupati juga menegaskan bahwa Kabupaten Pemalang ini sangat terbuka untuk para investor baik dari luar negeri maupun investor lokal.

“Kami akan selalu memberikan dorongan agar investor terus masuk ke Pemalang,” kata bupati seraya dia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Pemalang akan memberikan yang terbaik dan kemudahan-kemudahan dalam pelayanan terutama dalam soal pegurusan perizinan yang tercepat. Sehingga diharapkan akan menarik para investor untuk masuk di Pemalang.

Setelah usai paparan, Tim Korea dari TaiwanMr Huang melakukan demo produk aspal dingin yang telah disiapkan dari negerinya, Taiwan. Demo produk dilakukan di lokasi jalan yang berlubang, tepatnya
di sebelah selatan Perempatan Pagaran yang disaksikan langsung oleh bupati dan sejumlah pejabat daerah yang saat itu ikut mendampinginya.

Menteri Pertanian (Mentan) RI, bakal meminimalisir impor daging sapi tahun depan mencapai 10 persen dari kebutuhan daging nasional. Dimana impor daging saat ini, mencapai 30 persen dari kebutuhan daging setiap tahun sebanyak 430 ribu ton.

Hal ini diungkapkan Menteri Pertanian (Mentan) RI Dr Ir Suswono MMA, dalam acara kunjungan kerjanya di Desa Bogares Kecamatan Pangkah, Jumat (9/9) pagi. Tepatnya di Kantor DPC Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) Kabupaten Tegal.Menurut Suswono, target 2014 mendatang, impor daging maksimal 10 persen. “Kita akan upayakan itu,” tegasnya.Alasan impor selama ini, kata Suswono, karena terkendala dengan transportasi. Dimana transportasi diIndonesia, masih kalah dengan transportasi negara importir sepertiAustralia.”Sebagai contoh, ketika NTT mengirim sapi keJakarta, biayanya lebih mahal dibanding pengiriman dari Australi. Karenanya, kapal laut yang di miliki negara kita, kurang maksimal,” jelasnya.Rata-rata setiap tahun, 500 ribu ekor sapi bakalan dan 100 ribu ton daging sapi, terpaksa diimpor. Importasi tersebut, telah menyedot devisa sebesar Rp 5 trilyun. Sementara untuk sapi perah, walaupun hasil sensus menyatakan ada kenaikan selama 8 tahun terakhir, namun nilai impor bahanbakususu masih sangat besar. Hampir dua pertiga, konsumsi susu masyarakatIndonesiaatau 80 persen tergantung dari impor. Sehingga, negara terpaksa mengeluarkan devisa sebesar Rp 8 trilyun pertahun. Angka-angka importasi ini, ternyata semakin lama, cenderung semakin membesar. Tidak seimbang dengan nilai ekspornya. Dengan demikian, neraca perdagangan untuk produk-produk peternakan dan kesehatan hewan mengalami devisit yang setiap tahunnya semakin membesar juga.

Mentan mengatakan, kuota impor daging sapi yang sudah ditetapkan Menko Perekonomian atas rekomendasi Kementrian Pertanian, belum tentu di realisasikan semua. Karenanya, impor daging akan berakibat fatal pada pelaku usaha lokal. Untuk itu, Mentan berjanji akan meminimalisir impor daging sapi, turun menjadi 10 persen setiap tahunnya.

“Tahun 1976 silam,Indonesiapernah menjadi ekportir daging sapi ke Hongkong. Karenanya, kita harus mengupayakan itu kembali,” imbuhnya.

Mentan menjelaskan, berdasarkan hasil sensus ternak sapi potong dan kerbau tahun 2010, ternyata cukup mencengangkan dan menggembirakan. Sebab, jumlahnya melebihi dari estimasi pemerintah. Yakni, jumlah sapi potongIndonesia14,8 juta ekor dan sapi perah berjumlah 597,1 ribu ekor. Sedangkan estimasi untuk sapi potong pada tahun 2011, diperkirakan 13,8 juta dan sapi perah sekira 400 ribu ekor lebih.”Berati untuk sapi potong dan sapi perah dibandingkan dengan hasil sensus pertanian tahun 2003 telah mengalami pertumbuhan masing-masing untuk sapi potong sebesar 5,3 persen dan sapi perah 5,8 persen,” urainya.Ketua PPSKI Kabupaten Tegal, Kahar Muzakir, mewakili peternak lokal mengaku tidak setuju dengan adanya daging impor. Karenanya, itu bisa mengakibatkan rusaknya harga jual sapi lokal. Dia menyebutkan, momen lebaran kemarin, kuota daging sapi di Kabupaten Tegal, sudah didominasi dari lokal. Yakni sekitar 100 ekor sapi.”Kami tidak menanamkan impor, dan itu perlu dipikirkan,” jelas Kahar saat memberikan sambutannya dalam acara tersebut.