Archive for the ‘Serba-serbi’ Category

Reklame Kota Tegal Kurang Tertata

Posted: 18 September 2011 in Serba-serbi

MENYIKAPI kesemrawutan reklame di Kota Tegal, sejumlah anggota DPRD meminta Pemkot Tegal bertindak tegas. Apalagi sesuai laporan yang masuk, diduga ada oknum bermain untuk kepentingan pribadi terkait masalah reklame. Sebab sampai saat ini masalah perijinan, pembayaran, pemasangan maupun penataan reklame masih semrawut.

Menurut Rofi’i Ali, kesemrawutan yang terjadi karena mekanisme perijinan tidak dijalankan sesuai aturan dan prosedur yang ada. Selain itu, koordinasi antara Badan Pelayanan Perijinan Terpadu (BPPT), dan Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) tak berjalan sebagaiman mestinya. Sehingga tidak semua reklame terpasang mendapat ijin BPPT, namun hasil penertiban Satpol PP ternyata mereka memiliki bukti pembayaran pajak. “Karena masalah ini, Satpol PP sebagai SKPD yang bertugas melakukan penegakan perda kebingungan. Kami minta supaya masalah itu tak berlarut-larut.”

Rofi’i menegaskan, selama ini apabila dilakukan penertiban pemasang reklame sering protes. Karena mereka mengaku membayar ke DPPKAD. Padahal seharusnya sesuai mekanisme terlebih dulu harus mengurus perijinan ke BPPT. Ke depan, antara BPPT dan DPPKAD harus berkoordinasi, atas pengeluaran ijin reklame. Bukan jalan sendiri-sendiri, karena itu mempermudah terjadinya bocornya pendapatan. “Kami minta Pemkot harus tegas menyikapi masalah tersebut. Sebab tanpa ada oknum yang bermain, masalah itu tak  mungkin terjadi,” tuturnya.

Ditambahkan, pihaknya prihatin dengan maraknya iklan bernuansa pornografi dalam bentuk pamflet maupun liflet, yang akhir-akhir ini masih marak terjadi di Kota Tegal. Pasalnya, iklan tersebut terpasang di setiap sudut kota. Terkesan dibiarkan, sehingga Kota Tegal seakan-akan menjadi kota kumuh. “Karena sudah keterlaluan, kami minta Pemkot melakukan tindakan. Disamping membersihkan iklan porno erse but, Pemkot harus menindak pelakunya.”

Sementara Ketua DPRD H Edi Suripno SH mengungkapkan, sesuai data yang ada untuk reklame tahun 2010 hanya terealisasi Rp1,6 miliar. Padahal seharusnya potensinya lebih dari jumlah tersebut. Hal itu terjadi karena Pemkot belum optimal dalam penggalian potensi pendapatan daerah.

Iklan

IPA PDAM Kedungtukang Terhenti

Posted: 16 September 2011 in Serba-serbi

Kemarau panjang yang melanda seluruh wilayah Jawa, termasuk di wilayah Brebes dan sekitarnya sejak beberapa bulan terakhir ini berdampak menurunnya debit air PDAM Brebes. Selain mengganggu pendistribusian air ke konsumen, distribusi PDAM sendiri kini hanya bergantung pada PDAB Tegal. Lantaran produksi yang dilakukan di Desa Kedungtukang Jatibarang melalui Sungai Pemali tidak bisa dilakukan, lantaran sungai tersebut ikut mengalami kekeringan.

“Untuk produksi air PDAM di musim kemarau tahun ini memang sudah mengalami penurunan. Bahkan sejak kemarin lokasi di Desa Kedungtukang, Jatibarang yang merupakan produksi pengolahan air kini sudah tidak bisa dilakukan lantaran Sungai Pemali sendiri terancam kekeringan. Sehingga alat untuk pengambilan air tidak bisa difungsikan lagi untuk sementara waktu,” kata Humas PDAM Brebes Among Budiono SE, kepada Radar Kamis (15/9).

Menurutnya, penurunanya dari pengambilan air di Pemali itu sekitar 25 liter/ detik. Makanya pihaknya berdoa agar dalam waktu dekat ini hujan akan turun, khususnya di wilayah selatan. Sehingga, alir yang mengalir dari selatan itu bisa tersalurkan ke wilayah utara ini. Termasuk pengoperasin di IPA Kedungtukang Jatibarang bisa kembali bekerja termasuk untuk penambahan debit air itu sendiri.

Terpisah Direktur PDAM Brebes Karmai Widiastuti SE didampingi Kepala Bagian Teknik Sri Tono SE meminta maaf kepada pelanggan lantaran saat ini pendistribusian air ke pelanggan agak tersendat, khususnya wilayah Kota Brebes.

“Kami berharap sebanyak 6.850 pelanggan PDAM Brebes, khususnya dikotaBrebes sendiri bisa menyadari gangguan distribusi air yang tidak lancar ini. Pasalnya memang saat ini ada kendala terkait cuaca kemarau yang memang membuat distribusi air dari Sungai Pemali tidak bisa dilakukan, karena sungai tersebut juga ikut kering,” katanya.

Ditambahkan bahwa saat ini PDAM Brebes hanya bergantung pada PDAB Kabupaten Tegal. Sedangkan pendistribusian dari PDAB Tegal ini sejak musim kemarau saat ini juga mulai berkurang. Yakni dari pasokan utama sebanyak 63-65 liter/detik kini yang masuk hanya sekitar 54 liter/detik saja. Jadi tercatat ada sekitar 9 liter/ detik dalam pengurangannya.

“Kami memprediksi bahwa musim kemarau di tahun 2011 ini puncaknya di bulan September hingga nanti memasuki awal Oktober nanti. Makanya masyarakat khususnya pelanggan PDAM Brebes harus bisa menyadari kondisi alam ini. Karena memang sejak kemarin sebanyak 3 pompa air yang berada di Desa Kedungtukang Jatibarang, pada alat ukurnya kini menggantung, lantaran memang debit sungai Pemali mengalami kekeringan. Makanya, saat ini pun produksi air yang biasanya dilakukan dan bisa memproduksi sekitar 25 liter/detik di lokasi tersebut kini terpaksa tidak bisa dioperasikan,” bebernya.

Puluhan PGOT Digaruk

Posted: 16 September 2011 in Serba-serbi

USAI Lebaran, Pengemis Gelandangan dan Orang Terlantar (PGOT) kembali berkeliaran di berbagai sudut Kota Tegal. Selain membuat wajahkotajadi tidak sedap dipandang, juga dianggap sangat meresahkan masyarakat. Karena itu, Pemkot segera mengambil tindakan tegas. Melalui tim gabungan yang dimotori Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans), Kamis (15/6) kemarin menggelar razia. Dalam giat tersebut, sejumlah 32 orang PGOT berhasil diciduk.

Menurut Kepala Dinsosnakertrans H Sumito melalui Kabid Rehab dan Bantuan Sosial Indardi, banyak laporan masuk terkait keberadaan PGOT, yang mulai bermunculan usai Lebaran sampai sekarang. Kemudian ditindaklanjuti dengan menggelar razia.

“Total PGOT yang terjaring dalam kegiatan ini 32 orang, dengan jenis kelamin laki-laki 19 orang, dan perempuan 13 orang. Dari total tersebut rata-rata pengemis. Sedang psikotik atau orang gilanya terdapat 3 orang, satu perempuan serta dua laki-laki. Disamping itu, hasil razia juga terdapat PGOT anak-anak sebanyak 4 orang, satu perempuan, dan 3 laki-laki.”

Dari jumlah PGOT yang terjaring razia, tambahnya, kebanyakan malah pengemis. Selain itu juga wajah-wajah baru. Lalu dilakukan pendataan. Bagi yang masuk usia produktif dikirim ke Balai Rehab Sosial (Barehsos) Samekto Karti Comal. Sementara lainnya diberi pembinaan. “Tim gabungan razia PGOT terdiri dari beberapa unsur. Di antaranya Polres Tegal Kota, Satpol PP, Kesbangpolinmas, Dinsosnakertrans, dan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika. Tim terbagi menjadi dua kelompok untuk merazia wilayah timur dan barat,” imbuh Indardi.

Untuk wilayah barat, ujarnya, tim menyisir beberapa lokasi. Mulai dari terminal bus, Jalan Kolonel Sugiono,RitaSuperMall, Hang Tuah, dan Gajah Mada. Sedangkan tim wilayah timur antara lain di Jalan Jendral Sudirman, alun-alun, Jalan A Yani, Pasar Pagi, Stasiun, PAI, Pasar Beras, Kantor Pos serta Jalan Kartini. “Tim mulai bergerak pukul 09.00 sampai dengan 12.00. Wilayah yang hasil tangkapannya paling banyak adalah timur, khususnya di alun-alun dan Pasar Pagi.”

Razia rutin dilaksanakan setiap bulan. Hanya saja antara PGOT dan PSK saling bergantian. Pada pelaksanaan Juni lalu tim berhasil mengamankan 34 orang PGOT. Hasil razia meningkat pada kegiatan Juli lalu yang mencapai 37 orang. Sedangkan bulan ini menurun menjadi 32 orang yang terjaring razia.

Indardi berharap dengan rutin dilakukan razia, maka jumlah PGOT yang berkeliaran dan mangkal disudut-sudut kota kian berkurang. Sehingga masyarakat Kota Tegal merasa nyaman dan wajah kota pun nampak lebih enak dipandang

RTLH Ambruk

Posted: 15 September 2011 in Serba-serbi

SEBUAH rumah tak layak huni milik warga Jalan Perintis Kemerdekaan Gang 2A RT 04 RW 08 Panggung Tegal Timur, ambruk akibat kayu blandarnya patah. Rumah tersebut dihuni 6 orang anggota keluarga dari dua Kepala Keluarga (KK) yang masih bersaudara.

Penghuni rumah roboh itu antara lain Amirudin (55) bersama istrinya Jumaroh yang berprofei sebagai penarik becak dan pembantu. Kemudian keluarga Rosikin (56) dan istrinya Lastri, yang berprofesi sebagai petugas sampah RT setempat serta ibu rumah tangga. Dengan dua anaknya Nur Asih (12) dan Rahmat (9). Beruntung dalam insiden tersebut tidak satu pun anggota keluarga jadi korban. Sementara kerugian yang diderita ditaksir sekitar Rp10 juta.

Menurut keterangan Rosikin, rumahnya ambruk kemarin sore sekitar pukul 15.00. Untungnya semua anggota keluarga Rosikin dan adiknya sedang berada di luar rumah. Karena sebelumnya memang telah mengetahui kayu blandar rumah retak.

“Waktu itu saya ke rumah ketua RT guna melaporkan kondisi rumah dan mencari bambu untuk menyangga blandar. Namun belum sempat memperoleh barang yang dicari, rumah sudah roboh,” ucapnya, Selasa (13) kemarin.

Dijelaskan Rosikin, rumah berukuran 8×8 meter persegi tersebut bagian depan dan belakangnya memakai batu bata. Namun bagian samping kanan dan kirinya menggunakan anyaman bambu atau biasa dikenal geribik. Karena ditinggali dua KK, maka di tengahnya diberi sekat menjadi dua bagian.

“Rumah ini dibangun tahun 1996 di atas tanah milik PT KAI. Awalnya semua memakai geribik. Kemudian warga sekitar memberikan bantuan dan direhab bagian depan serta belakangnya menggunakan batu bata.”

Akibat insiden itu, lanjutnya, beberapa perabotan rumahnya rusak terkena reruntuhan bangunan. Di antaranya radio, kompor minyak, termos, serta barang pecah belah lain. Dia memperkirakan nilai kerugian yang diderita Rp10 juta.

Untuk sementara, dia dan keluarganya akan tinggal di rumah tetangga. Demikian pula dengan keluarga adiknya, Amirudin. “Warga sudah mempersilakan kami tinggal sementara hingga rumah dibangun kembali,” ujarnya.

Di lokasi sama, Plt Camat Tegal Timur Agus Arifin menuturkan, kondisi rumah ambruk ini sebelumnya memang memprihatinkan. Karena itu Minggu (11/9) lalu dalam acara halal bi halal RW, warga sepakat memberikan bantuan guna merehab rumah tersebut.

Bahkan sudah dibuat gambar desain rehabnya berikut dana yang dibutuhkan saat ini sekitar Rp6 juta. Sementara dana yang terkumpul dari masyarakat mencapai Rp2 juta. Namun belum sampai rencana itu direalisasikan, rumah dua warganya tersebut sudah roboh. “Warga sudah berencana memberikan bantuan untuk rehab rumah. Tapi belum sampai dilaksanakan rumahnya ambruk dulu,” paparnya.

Terkait bantuan RTLH dari pemerintah, menurutnya tidak bisa diberikan. Karena tanah yang ditempati bukan milik pribadi melainkan PT KAI. Karena itu bantuan diupayakan dari warga.

Hal tersebut dibenarkan Rosikin, pada waktu halal bi halal, warga sepakat memberikan bantuan. Sehingga dia sangat berterima kasih terhadap kepedulian warga RW tempatnya tinggal atas bantuan yang akan diberikan. “Tapi belum sampai bantuan itu dilaksanakan rumah sudah roboh dulu.”

Sementara Wakil Wali Kota Tegal Habib Ali Zaenal Abidin dan jajarannya saat meninjau lokasi mengatakan, apabila tanah yang ditempati hak milik, maka pembangunan akan difasilitasi Pemkot melalui program RTLH. Namun karena tanah milik PT KAI bantuan tersebut tidak dapat dilakukan.

Meski begitu, Pemkot akan berupa memberikan bantuan kepada korban rumah roboh tersebut sesuai kebutuhan. “Saya perintahkan Bapermas KB menangani masalah bantuan rumah roboh ini. Peristiwa tersebut akan saya laporkan ke wali kota.”

Terkait makan dan minum korban sehari-harinya selama menumpang di rumah tetangga. Habib Ali juga memerintahkan Bapermas KB mengurusi atau memberikan batuan logistik. Yang pasti, Pemkot bakal memberikan bantuan supaya pembangunan kembali rumah warganya yang roboh segera direlisasikan.

Ribuan Nelayan Antri Beras

Posted: 15 September 2011 in Serba-serbi

KEMENTERIAN Sosial (Kemensos) RI memberikan bantuan beras untuk nelayan Kota Tegal sebanyak  74.445 kg. Penyerahan bantuan dilaksanakan Selasa (13/9) kemarin, belakang Kantor Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) di lokasi Pelabuhan Tegal.

Pada waktu itu ribuan nelayan yang mendapatkan kupon antri mengambil jatahnya masing-masing. Sementara sebelumnya secara simbolis Wakil Wali Kota Tegal Habib Ali Zaenal Abidin, menyerahkan tiga kantong beras seberat 15 kg kepada tiga perwakilan nelayan.

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Sumito mengatakan, bantuan beras gratis berasal dari stok cadang beras pemerintah yang ada di Bulog. Ini dimaksudkan guna membantu nelayan yang mengalami musim paceklik akibat cuaca buruk.

Sesuai data yang diterima dari HNSI setempat, jumlah penerima mencapai 4.963 Kepala Keluarga (KK). Masing-masing KK mendapatkan jatah 15 kg, sehingga total bantuan yang diberikan sebanyak 74.445 kg beras.

“Pemberian bantuan dilaksanakan selama tiga hari. Mulai Selasa (12/9) hingga Kamis (15/9) mendatang. Pelayanan berdasarkan kelompok yang jumlahnya 12. Dalam sehari dibagikan terhadap nelayan di empat kelompok,” ujarnya.

Menurut dia, alokasi beras cadangan pemerintah untuk kabupaten/kota seluruh Indonesia sebesar 100 ton per tahun. Pada dasarnya ini berasal dari APBN dan dialokasikan untuk penanggulangan bencana di wilayah kabupaten/kota yang bersangkutan. Itu sesuai dengan Permensos Nomor 29/HUK/2006.

Sebelum menyerahkan bantuan beras secara simbolis Habib Ali Zaenal Abidin menuturkan, bantuan ini turun lantaran Wali Kota Tegal H Ikmal Jaya SE Ak melayangkan surat permohonan ke menteri kelautan, kemudian ditindaklanjuti dengan dihubungkan kepada kementerian sosial.

“Kita bersyukur permohonan bantuan dikabulakan. Karena bantuan ini sangat membantu nelayan yang sedang mengalami paceklik akibat cuaca buruk. Akibat cuaca buruk operasional penangkapan ikan jadi terganggu. Dampaknya nelayan mengalami tekanan ekonomi,” ujarnya.

Bantuan beras dari Kemensos yang dibagikan merupakan kali pertama dilaksanakan. Sebelumnya pada saat musim paceklik, nelayan mendapatkan bantuan beras dari Pemerintah Kota (Pemkot).

Dia berharap dalam penyaluran bantuan ini bisa tepat sasaran. Sehingga sejalan dengan visi pemkot yakni mengentaskan kemiskinan di wilayahnya. Sistem pembagian bantuan menggunakan kupon yang telah disebarkan sebelumya sesuai data yang dikeluarkan HNSI. “Sehingga apabila saat pengambilan tidak menggunakan kupon, jangan dilayani. Dia juga meminta warga nelayan untuk tidak berrebut. Karena semuanya akan terlayani,” urai dia.

Sementara Ketua HNSI Kota Tegal, Mahmud Effendi membenarkan, bantuan dari kemensos baru ada tahun ini. Sebelumnya bantuan paceklik diberikan oleh Pemkot. “Namun untuk tahun ini, sampai dengan sekarang belum ada bantuan dari Pemkot,” tandasnya.

Diterangkan, apabila cuaca buruk, sekitar 80 persen dari total nelayan yang mencapai 12.000 orang dipastikan tidak melaut. Utamanya mereka yang beroperasi di perairan Natuna, Laut Cina Selatan, serta Kalimantan. Menurut Mahmud, cuaca buruk sudah berlangsung 3 bulan lalu. Namun sejak usai lebaran, cuaca berangsur-angsur membaik. “Kalau cuaca buruk untuk memenuhi kebutuhan biasanya nelayan utang kepada teman, keluarga atau juragan. Dengan adanya bantuan ini sedikit banyak membantu kebutuhan mereka,” pungkasnya.

GUNA memberikan pelayanan maksimal terhadap pelanggan, PT PLN (Persero) menghadirkan call center 123 yang bisa dimanfaatkan untuk pemasangan baru, tambah daya, dan layanan lain. Langkah tersebut dilakukan guna mengubah imej masyarakat yang salah dalam menilai kinerja serta pelayanan PLN.

Manajer PT PLN (Persero) Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Tegal Subuh Isnandi, membenarkan peluncuran call center yang dapat dimanfaatkan seluruh pelanggan. Menurutnya, untuk pelanggan di Jateng dan DIY bisa melalui call center 024-123 dalam mendapatkan pelayanan langsung dengan cepat.

“Hal ini dilakukan guna memberikan bukti bahwa PLN selalu memberikan yang terbaik, sesuai program 9345 yaitu menuju pelayanan kelas dunia. Kami juga mengingatkan pada pelanggan serta masyarakat, supaya mendatangi loket dan petugas di kantor PLN terdekat, jika membutuhkan berbagai informasi. Hal ini dilakukan demi memangkas dan meminimalisir terjadinya praktek percaloan, yang dilakukan pihak yang tidak bertanggung jawab.”

Hal ini, tandas Subuh Isnandi, bentuk layanan guna memberikan kepuasan pada pelanggan. Selain itu, lanjut dia, pihaknya terus melakukan pemadaman untuk penambahan jaringan, yang akan dilakukan di beberapa lokasi. Sehingga pengertian pelanggan sangat diperlukan, guna meningkatkan pelayanan dan pasokan listrik tetap terjaga.

“Karena terjadi penambahan pelanggan PLN yang pesat. Otomatis instalasi listrik harus dibenahi. Upaya lain dengan melakukan perambasan pohon yang berada sekitar jaringan listrik milik PLN, yang bakal dilakukan hingga akhir tahun 2011, atau menjelang datangnya musim hujan,” imbuhnya lagi.

Lebih lanjut ditegaskan, pihaknya juga masih memberikan kesempatan pada pelanggan, untuk melakukan penambahan daya secara gratis yang diperpanjang. Bedanya, kali ini pelanggan tidak boleh menurunkan daya selama 6 bulan. Semua upaya tersebut, merupakan komitmen PLN memberikan yang terbaik, dan menjaga agar pasokan listrik sampai ke rumah pelanggan dengan lancar. “Jangan ragu datang ke kantor PLN terdekat, atau call center 024-123 jika membutuhkan pelayanan atau informasi apapun,” ujarnya.

Warga Rebutan Air Bersih

Posted: 13 September 2011 in Serba-serbi

DAHAGA warga Kelurahan Kalinyamat Kulon Kecamatan Margadana untuk menikmati air bersih akhirnya terobati. Senin (12/9) kemarin, Rumah Sakit Umum Islam (RSUI) Harapan Anda memberikan bantuan air bersih sebanyak dua tangki dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter.

Droping air dari tangki pertama, tiba di lokasi sekitar pukul 10.00. Warga yang tengah menanti kedatangannya segera menggeruduk. Kemudian jerigen dan ember yang telah dibawa segera ditata guna mendapat jatah air bersih. Dalam sekejap antrian warga mengular hingga panjangnya mencapai 10 meter lebih.

Pada awalnya pengisian air bersih ke dalam jerigen dan ember berjalan lancar. Secara tertib warga bergantian mengambil jatahnya sesuai antrian. Namun selang beberapa menit kemudian, warga seolah tak sabar dan takut tidak kebagian. Sehingga antrian pun buyar dan warga berebut ingin memperoleh air bersih lebih dulu.

Sehingga petugas pembagi pun kewalahan melayani. Akhirnya petugas memastikan bahwa semua akan kebagian tanpa terkecuali. Lalu warga kembali antri seperti sebelumnya. Kondisi sama juga terlihat ketika tangki air bersih kedua datang sekitar pukul 11.00.

Aksi rebutan air bersih kembali terjadi. Meski begitu droping air bersih dari RSUI Harapan Anda secara umum berjalan lancer. Tidak satu pun warga yang tidak kebagian.

Bagian Kesehatan Lingkungan RSUI Harapan Anda Slamet Santoso mengatakan, bantuan droping air bersih ini didasari dari permintaan warga bahwa di Kalinyamat Kulon mengalami kekeringan, dan membutuhkan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Kami memberikan droping air bersih dari PDAM sebanyak dua tangki. Kapsitasnya masing-masing tangki 5.000 liter. Dua tangki itu kita drop pada hari yang sama,” katanya disela-sela pembagian air bersih.

Ketika ditanya apakah bantuan akan berlanjut atau tidak. Slamet menyampaikan tergantung dari permintaan warga. Apabila situasinya memang sangat membutuhkan dan mendesak. Maka pihaknya akan mengupayakan memberikan droping air bersih. “Insya Allah, bantuan seperti ini akan di laksanakan setiap tahun. Namun juga melihat permintaan dari warga.”

EMPAT BULAN

Dalam kesempatan sama, tokoh masyarakat setempat Asmawi Aziz (39) menguraikan, krisis air bersih di daerahnya sudah terjadi sejak empat bulan lalu. Ribuan warga terpaksa mengkonsumsi dan memanfaatkan air sumur alami. Padahal kondisinya sangat memprihatinkan. Selain airnya berwarna coklat, juga berbau menyengat.

“Apabila untuk keperluan mandi, berakibat gatal-gatal pada kulit. Namun itu tetap dimanfaatkan warga, lantaran mereka kesulitan mendapatkan air bersih. Bagi yang mampu memang membeli dengan harga Rp1.000 per jerigen ukuran 10 liter. Tapi bagi yang tidak tetap manfaatkan air sumur dengan cara diendapkan lebih dulu sehari semalam,” tandasnya.

Dijelaskan, sejak krisis air empat bulan lalu hingga sekarang, baru ada bantuan hari ini (kemarin). Itu pun dari pihak swasta yakni RSUI Harapan Anda. Bukan dari kepedulian Pemkot. “Seharusnya tidak demikian. Sebab krisis air bersih seperti ini, hampir setiap tahun terjadi di Kalinyamat Kulon. Pemkot perlu tanggap, jangan hanya diam menunggu proposal masuk. Baru menerjunkan aparatnya guna memberikan bantuan air bersih.”

Menurut dia jumlah KK di Kalinyamat Kulon kurang lebih 5.000. Itu berada dalam 27 RT dan 4 RW. Bantuan dari RSUI Harapan Anda baru mencukupi kebutuhan warga RW 02 dan RW 01. Namun yang pasti belum merata semua warga mendapatkannya karena keterbatasan.

Sementara itu, seorang warga RT08 RW 02 Kalinyamat Kulon, Susi (29) mengaku sangat berterima kasih terhadap pihak yang memberikan droping air bersih. Dengan adanya bantuan tersebut, dia dapat menikmati air bersih guna memenuhi kebutuhan hidup beberapa hari ke depan.

“Sejak krisi air melanda , saya dan keluarga harus ngantri setiap pagi, untuk membeli air bersih. Apabila tidak begitu maka tidak kebagian. Sementara untuk kebutuhan mandi dan mencuci terpaksa menggunakan air sumur. Meskipun kondisinya berbau banger dan warnanya kuning,” pungkasnya.

THL Curhat Ke Menteri Pertanian

Posted: 12 September 2011 in Serba-serbi

THL curhat ke Menteri Pertanian RI terkait perpanjangan kontrak kerja.

SLAWI, METROPOLISPOS – Tenaga harian lepas (THL) Penyuluh Pertanian yang bertugas di 18 kecamatan di Kabupaten Tegal, kemarin, mengadu kepada Menteri Pertanian (Mentan), terkait dengan penentuan penambahan kontrak masa kerjanya yang dibiayai oleh Pusat.

Salah satu THL Penyuluh Pertanian di Kabupaten Tegal, Adi Nuriswan mengatakan, sampai dengan 17 September mendatang, kontraknya bakal habis. Namun demikian, hingga kini belum ada tanda-tanda kontrak akan diperpanjang. Padahal menurutnya, selama 4 tahun berlangsung, kontraknya selalu di perpanjang.

“Sebentar lagi kontrak kami habis. Kami tidak tahu harus bagaimana,” tutur Adi kepada Mentan, dalam acara temu wicara di Desa Bogares Kecamatan Pangkah, Jumat kemarin.

Dia mencontohkan, beberapa daerah yang kontraknya habis dibiayai oleh pusat, kini justru dibiayai oleh Pemda masing-masing wilayah. Seperti di Banyumas, Brebes, Jepara dan Kabupaten lainnya. Tetapi,  THL penyuluh pertanian yang berada di Kabupaten Tegal ini, serasa tidak tersentuh oleh pemerintahan setempat. Karenanya, dia berharap, agar Mentan dapat memberikan solusi tersebut. “Kami minta arahan Bapak Mentan, supaya bisa memberikan jalan yang terbaik,” pintanya.

Dia menjelaskan, total personil THL penyuluh pertanian di Kabupaten Tegal, jumlahnya 86 orang. Selama 4 tahun terkahir, kontrak selalu diperpanjang. Honor yang mereka terima, berasal dari anggaran pusat. Adapun honornya, disetarakan dengan ijasahnya masing-masing. Bagi ijasah SLTA mendapat honor Rp 1 juta, D3 Rp 1,2 juta, dan S1 Rp 1,4 juta.

“Kami minta supaya ada perhatian untuk kami. Karena keberadaan kami, tak sedikit juga membantu kesuksesan para petani. Dan kami tidak akan menolak jika kami diangkat menjadi PNS,” jelasnya seraya diiringi tepuk tangan dari beberapa teman-temannya.

Sementara itu, Mentan RI Dr Ir H Suswono MMA, mengaku akan memperjuangkan petugas penyuluh pertanian tersebut, supaya mendapat perpanjangan yang dibiayai oleh pusat. Namun demikian, untuk pengangkatan menjadi PNS, dirinya mengaku tidak bisa berbuat banyak. Karena pengangkatan PNS, mutlak bukan Mentan yang melakukannya.

“Kami hanya mengusulkan saja. Dan kami juga akan mengupayakan itu,” jelasnya.

Wakil Bupati Tegal, HM Herry Soelityawan SH MHum, menyetujui bilamana honor untuk para petugas penyuluh diambil dari pusat selama 8 bulan, propinsi 1 bulan dan Pemkab 1 bulan. Jika demikian menurutnya, Pemkab akan menyediakan anggarannya. Tetapi jika mengangkat menjadi PNS, pihaknya merasa keberatan karena terkendala dengan anggaran.

“Daerah tidak bisa mengangkat GTT baru. Karena saat ini, kami sedang terkendala dana,” pungkasnya.

Warga Konsumsi Air Tak Layak

Posted: 12 September 2011 in Serba-serbi

Warga Kalinyamat Kulon, Kota tegal mengkonsumsi air tak layak.

TEGAL, METROPOLISPOS – Kemarau panjang tahun ini menyebabkan krisis air bersih di Kelurahan  Kalinyamat Kulon Kecamatan Margadana. Sumur-sumur warga yang biasa digunakan  saat ini kondisinya sangat memprihatinkan.

Air yang dihasilkan berwarna kuning dan berbau menyengat. Namun demikian,  ribuan warga kelurahan tersebut tetap memanfaatkannya untuk memenuhi kebutuhan  hidup. Hal ini terpaksa dilakukan, lantaran belum adanya perhatian dari  pemerintah setempat.

Menurut keterangan seorang warga RT 08 RW 02 Kalinyamat Kulon, Cayem (65),  kondisi krisis air bersih ini sudah berlangsung sejak empat bulan lalu. Untuk  memenuhi kebutuhan, bagi warga yang mampu membeli ditukang air keliling Rp  1.000 per jerigen. Tapi bagi yang tidak terpaksa tetap menggunakan air  sumurnya yang berwarna kuning dan berbau.

“Kalau yang menggunakan air sumur, hari ini ngansu kemudian diendapkan dan  baru bisa dipergunakan keesokan harinya. Meski begitu, bau bangernya tidak  hilang, tetapi tetap dimanfaatkan untuk mandi, mencuci bahkan konsumsi,”  katanya saat ditemui Sabtu kemarin.

Dijelaskan, untuk kebutuhan sehari-hari dia membutuhkan 5 jerigen ukuran 10  liter. Menurutnya apabila sedang ada uang maka beli di tukang air keliling,  Tetapi apabila ekonomi sedang benar-benar mempet, maka memanfaatkan air sumur  yang kondisinya sudah tidak laik.

“Saya berharap pemerintah setempat segera memberikan bantuan air bersih.  Karena air sumur meski sudah diendapkan ketika digunakan untuk mandi  menimbulkan gatal-gatal. Selain itu bau bangernya juga tidak hilang.”

Ditempat lain seorang tokoh masyarakat setempat, Asmawi Aziz mengatakan,  kondisi seperti ini sebenarnya terjadi hampir setiap tahun pada musim kemarau.  Darisekitar 5.000 warga hanya 2.000-an yang masih bisa menikmati air bersih  saat kemarau seperti sekarang. Karena mereka mampu membuat sendiri sumur-sumur  artesis.

Sementara 3.000 warga lainnya masih menggunakan air sumur yang kondisinya  tidak laik. Hal itu dikarenakan mereka tidak mampu membuat sumur artesis atau  membeli air bersih ecera. “Karena ini hampir setiap tahun terjadi seharusnya  pemerintah setempat tanggap. Tidak perlu menunggu wabah kekeringan ini muncul  di media. Baru kemudian menurunkan bantuan,” tandasnya.

Dikatakan Asmawi, kekeringan sudah berlangsung selama empat bulan ini. Dan  pemerintah baru memberikan suplay air bersih sebelum puasa lalu. Itu juga  tidak berlangsung lama. Kira-kira hanya sekitarlimakali pemerintah  mengirimkan air bersih. Selanjutnya sampai dengan detik ini, belum ada tanda- tanda kiriman air bersih dari pemerintah.

“Beruntung Senin (hari ini) ada pihak swasta yang memberikan dua tangki air  bersih ukuran 5.000 liter. Namun itu juga belum mencukupi kebutuhan ribuan  warga disini. Karena paling untuk memenuhi kebutuhan beberapa hari saja sudah  habis,” papar Asmawi.

Mengingat kekeringan terjadi setiap tahun, rencana pemerintah memebrikan  aliran PDAM harus segera direalisasikan. Selain itu debit air yang dialirkan  juga disesuaikan dengan kebutuhan warga. “Wacana ini sudah lama. Tapi sampai  sekarang belum ada realisasinya. Makanya agar masalah kekeringan disini bisa  diatasi, segeralah pemerintah merealisasikan aliran PDAM ke Margadana  khususnya Kalinyamat Kulon.”

Hal tersebut dibernarkan Ketua RT 08 RW 02 Subroto (45). Bahwa saat ini ribuan  warga di Kalinyamat Kulon sedang alami krisi air bersih. Dan itu selalu  terjadi apabila musim kemarau tiba. Karenanya wacana pemerintah mengalirkan  PDAM kewilayahnya harus segera direalisasikan. Mengingat banyak warga yang  sudah tidak bisa lagi menikmati air bersih.

“Ini untuk kebutuhan jangka panjangnya. Tapi untuk jangka pendeknya, segeralah  pemerintah menggelontorkan air bersih. Dan jangan hanya beberapa kali saja,  tetapi berkelanjutan hingga aliran air PDAM terealisasi,” urai dia.

Sementara itu, Kepala Kantor Kesabangpolinmas Soeripto melalui Kasi Linmas  Soni Sontani menuturkan, sapamai dengan saat ini belum ada satupun kelurahan  yang mengajukansurat. Untuk permintaan bantuan air bersih.

“Belum ada satupunsuratmasuk, terkait permintaan batuan air bersih.”

Deklarasi Forum Lintas Pemuda

Posted: 11 September 2011 in Serba-serbi

TEGAL, METROPOLISPOS – Kehadiran Forum Lintas Pemuda (Forlip), yang secara resmi dideklarasikan Sabtu (10/9) di gedung pertemuan Al Kharoiman Jalan Sumbodro Tegal. Walikota Tegal H Ikmal Jaya SE Ak dalam sambutannya minta kiprah pemuda, utamanya yang tergabung dalam Forlip bisa menjadi kontrol sosial dan moral force.

Menurut Ikmal, keberadaan Forlip bisa dikategorikan sebagai kekuatan minority profetic. Yaitu, kekuatan kecil yang bertindak pembaharu untuk merubah kondisi sosial kemasyarakatan. Sejumlah predikat melekat dalam setiap diri pemuda, seperti agent of social change, sosial kontrol dan moral force. Namun pantas dipertanyakan secara kritis, kemana arah gerakan pemuda dan mahasiswa pasca 1998 dan sampai sejauh ini komitmen serta kontribusinya. Untuk menciptakan kepemimpinan nasional yang kredibel, profesional, akuntabel dan mempunyai integritas etika dan moral masih harus didorong.

Dijelaskan Ikmal, yang menjadi masalah besar bagi bangsa adalah realita, bahwa masa depan berada di tangan generasi muda, khususnya pemuda. Mereka adalah harapan kita, yang tidak terlalu berlebihan, jika disebut sebagai generasi bintang. Oleh karena itu sudah sepantasnya energi dan perhatian kita curahkan kepada mereka, yang belia demi terwujudnya masa depan bangsa yang memiliki ketahanan nasional yang tangguh.

“Banyak orang sepkat, bahwa pemuda merupakan ‘bintang lapangan’ di dalam setiap pergulatan sejarah kehidupan berbangsa dan berenegara. Kami tentu tidak bisa melupakan peranan pemuda, pada moment-moment penting perjalanan dan dinamika bangsa Indonesia, seperti terjadi pada tahun 1928 sumpah pemuda, tahun 1945 pemuda mendorong proklamasi kemerdekaan. Sehingga kami berharap peran Forlip, yang dideklarasikan hari ini (Sabtu, red) bisa mampu meneruskan perjuangan para pemuda dulu,” kata Ikmal.

Menurut Ikmal, rasanya sulit akan bisa menikmati alam reformasi dan iklim demokrasi, seperti sekarang ini tanpa keterlibatan pemuda. Bahkan Jack New Field (1971) menyebut pemuda sebagai komunitas kecil, yang memiliki kekuatan untuk merubah sejarah. Karena perubahan sejarah selalu dimulai dari kelompok kecil, bernama pemuda.

Diungkapkan Ikmal, kita cukup prihatin dengan kondisi bangsa saat ini, distorsi jiwa kebangsaan mulai terasa. Sehingga makna ketahanan nasional, bagi mereka pun nampaknya mulai meluntur. Ini merupakan krisis nasionalisme yang dialami, bangsaIndonesiadan merupakan hasil sebuah proses kompleks perjalanan kita dalam berbangsa, yang terus mencoba membangun dirinya dan kondisi ini telah memberi dampak pada jiwa-jiwa pemuda.

“Melalui kesempatan ini, kami ingin mengingatkan kembali kepada pemuda yang tergabung dalam Forlip. Antara lain, Pancasila, UUD 1945, bendera merah putih, Bhineka Tunggal Ika, negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ungkap Ikmal.

Ketua Presidium Forlip, Bambang Siregar SE, mengungkapkan,tujuan pembentukan Forlip demi tercapainya kehidupan kebangsaan yang demokratis, sejahtera, dan bermartabat berdasarkan Pancasila.

Dalam deklarasi Forlip, 6 Partai Politik (Parpol) yang mendapat kursi di DPRD diundang, dan menyampaikan orasi politiknya. Untuk Partau Hanura, orasi politik disampaikan Sasty Andri SE, DPD PKS disampaikan H Amirudin Lc, DPD PAN disampaikan Abdullah Sungkar SE ST, D PC PKB Anshori Azizi, DPD Partai Golkar Drs HM Nursholeh MMPd, dan DPC PDI Perjuangan oleh Sutari SH