Archive for the ‘Teknopolis’ Category

ist

Jakarta – Samsung tidak diizinkan menjual Galaxy Tab 10.1 di Jerman karena dinilai sangat menyerupai iPad 2. Demikian keputusan akhir pengadilan wilayah Dusseldorf, di Jerman yang diumumkan Jumat pekan ini.

Putusan itu juga menyatakan Samsung tidak diperkenankan menjual perangkat tabletnya tersebut di negara Uni Eropa, kendati divisi penjualan perangkat Samsung yang lain diperbolehkan berjualan di negara-negara itu.

“Kami kecewa dengan keputusan ini dan sangat yakin ini akan membatasi pilihan konsumen di Jerman,” kata juru bicara Samsung seperti dilansir PC World dan dikutip detikINET, Sabtu (10/9/2011).

Tidak terima, juru bicara Samsung mengatakan pihaknya akan mengajukan banding atas keputusan pengadilan tersebut.

Sebelumnya, Apple memang telah mencetak kemenangan penting dalam gugatan hukumnya melawan Samsung. Keputusan awal pengadilan di Jerman telah melarang Samsung menjual tablet Galaxy Tab 10.1 di seluruh wilayah Uni Eropa kecuali Belanda. Dan keputusan awal itu kini telah final.

Malang bagi Samsung, perusahaan asal Korea Selatan ini juga harus menunda penjualan Galaxy Tab 10.1 di Australia karena alasan yang sama. Apple saat ini juga sedang berusaha memblokir penjualan Galaxy Tab 10.1 di Amerika Serikat.

Seperti diketahui, Apple menggugat Samsung di bulan April 2011 dengan tudingan vendor asal Korea Selatan ini meniru mentah-mentah desain produk Apple. Khususnya di lini ponsel Galaxy dan tablet Galaxy Tab. (dtc)

ist

Jakarta – Rencana insentif dan disinsentif yang dikemukakan Kementerian Perindustrian dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dinilai kontra produktif dan bisa memicu tumbuhnya penjualan ponsel melalu pasar gelap (black market).

“Niatnya sangat mulia, namun saya sayangkan kebijakannya terkesan emosional dan kurang cerdik,” komentar Sutikno Teguh, salah satu praktisi bisnis perangkat telekomunikasi, kepada detikINET, Jumat (9/9/2011).

Sebelumnya diberitakan, pemerintah mengaku gerah dengan para produsen ponsel besar yang tak mau membangun pabriknya di Indonesia. Contoh teranyarnya adalah Research in Motion (RIM) yang lebih memilih Malaysia. Padahal, Indonesia merupakan basis pengguna terbesarnya di kawasan Asia.

Karena Indonesia kurang dilirik untuk berinvestasi dan para produsen ponsel itu lebih memilih menjadikan Indonesia sebagai pasar saja, akhirnya keluarlah wacana insentif dan disinsentif tersebut.

Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian Budi Darmadi mengatakan upaya memberikan disinsentif kini sedang dibahas lintas kementerian. Cara ini dianggap akan ampuh menarik produsen ponsel kelas dunia untuk membangun pabriknya di Indonesia.

“Produsen besar belum mau, seperti Nokia, Samsung, Sony, BlackBerry, mau nggak mereka buat di sini? Sudah kita sampaikan sejak lama, tapi belum ada (tanggapan) juga,” kata Budi kepada detikFinance.

Menurut Budi, pasar Indonesia yang per tahunnya mampu menyerap 30 juta ponsel sudah sepantasnya menjadi basis produksi dari para pabrikan ponsel tersebut.

“Dari sisi regulasi pemerintah tak membedakan merek satu dengan yang lain, itu tidak boleh. Kita ingin mereka buat di Indonesia, karena bisa menambah lapangan kerja. Kalau mereka tak mau juga kita buat peraturan, kita buat mereka supaya bangun pabrik di sini,” katanya.

Menurut Sutikno, kebijakan ini bisa menjadi kontra produktif jika tidak melibatkan departemen lain seperti Kementerian Kominfo dan Kementerian Keuangan.

“Kebijakan tersebut justru akan mengganggu distributor resmi yang jujur dan akan memicu maraknya paralel import alias black market,” demikian ia mengkuatirkan.

“Tampaknya, rencana penerbitan Kepmen didorong dengan rasa sakit hati gara-gara RIM bikin pabrik di Malaysia. Lebih baik jangan buat Kepmen yang terkesan balas dendam dan gertak sambal saja, karena akan mempermalukan kewibawaan pemerintah Indonesia,” ujarnya lebih lanjut.

Ia menilai, ada cara yang lebih mudah untuk pengamanan pajak dan mendorong iklim investasi, yakni dengan melakukan pengawasan peredaran ponsel tersebut di hulu dan hilir perdagangan.

“Misalkan dengan memonitor aktivasi dan peredaran handset BlackBerry di operator telekomunikasi yang jadi wewenang Kominfo. Jadi tidak perlu bikin macam-macam aturan yang sangat mudah disiasati dan dilecehkan oleh para oknum lapangan, apalagi hal tersebut pernah terjadi pada 1995-2000,” paparnya.

GM Device Bundling Management Telkomsel Heru Sukendro, mengaku belum mempelajari soal rencana pemberian insentif dan disinsentif yang diwacanakan pemerintah. Namun menurutnya, rencana itu tak akan merugikan operator.

“Soal dampak insentif dan disinsentif ini, lebih baik ditanyakan langsung ke vendor ponsel terkait. Yang pasti, kita tidak terkena dampaknya karena hanya menjual jasa layanannya saja,” kata dia.

BlackBerry dan sejumlah ponsel lainnya, menurut dia, juga sudah bukan lagi merupakan barang mewah karena di pasar ada yang sudah tersedia dengan harga di bawah Rp 2 juta.

“Pengguna BlackBerry juga sudah dari semua kalangan mulai dari anak-anak hingga orangtua,” tandasnya. (dtc)

ist

Jakarta – Kabar yang menyebutkan bahwa Facebook akan meyediakan layanan musik belum mendapat konfirmasi resmi dari situs jejaring populer tersebut. Akan tetapi, hal ini tidak menghentikan desas-desus yang beredar terkait layanan ini, salah satunya mengenai 2 fitur kunci yang ada di Facebook Music.

Pertama, Facebook akan menghadirkan fitur ‘scrobbling’. Fitur yang dipopulerkan oleh situs katalog musik Last.fm ini akan memungkinkan user untuk ‘pamer’ lagu di profile Facebook secara otomatis, saat mereka mendengarkan lagu-lagu favorit.

Fitur ini diyakini juga akan memberikan opsi pada user untuk mematikan layanan tersebut dan menyeleksi lagu yang akan dipamerkan.

Kedua, Facebook dikabarkan akan menyediakan ‘content resolution’ atau ‘pemersatu layanan’. Fitur ini sepertinya menjadi aspek terpenting mengingat Facebook diyakini berencana merangkul sejumlah partner musik yang berbeda seperti Rdio, MOG dan Spotify.

Dengan adanya content resolution, user bisa ikut mendengarkan lagu yang didengarkan temannya dengan cara mengklik lagu tersebut, meskipun ia memakai layanan streaming lain.

Dikutip detikINET dari TechCrunch, Senin (12/9/2011), selain 2 fitur kunci di atas, Facebook sepertinya juga akan membubuhkan player standar yang mampu memutar musik tanpa terinterupsi dengan aksi pindah-pindah halaman di Facebook.

Facebook Music sedang gencar diberitakan di media menjelang conference ‘f8’ yang akan digelar perusahaan yang didirikan oleh Mark zuckerberg ini. Selain dipercaya akan mengumumkan layanan musiknya di gelaran tersebut, Facebook juga diramalkan akan melakukan perilisan sebuah aplikasi foto. (dtc)

Tumblr Rayakan 10 Miliar Postingan

Posted: 12 September 2011 in Teknopolis

ist

Jakarta – Pencapaian gila-gilaan diraih oleh platform Tumblr. Hanya dalam waktu setahun, platform mikroblogging ini meraih kenaikan jumlah postingan dari 1 miliar menjadi 10 miliar.

Tumblrpun merayakan momen ini dengan menghias halamannya dengan konfeti warna-warni yang bisa dilihat beberapa hari lalu. Di bagian atas laman dashboard, Tumblr menuliskan keterangan bahwa mereka baru saja mencetak angka 10 miliar postingan dan berterimakasih pada penggunanya.

Kenaikan traffik yang dialami Tumblr sendiri juga mencengangkan. Di bulan Juli tahun lalu, page view per bulan yang diraih layanan tersebut adalah 1,5 miliar dan kini angkanya telah meroket menjadi 13 miliar.

Dikutip detikINET dari MSNBC, Minggu (11/9/2011), Royal Pingdom mencatat, rata-rata postingan yang dipublish di layanan ini berjumlah 37,5 juta. Apabila angka tersebut dipecah, maka ada 434 postingan per detik, 26.000 postingan per menit dan 1,56 juta postingan per jamnya.

Di luar pencapaian bersejarah tersebut, Tumblr dikabarkan tengah menggalang pendanaan. Penggalangan inipun disebut-sebut membuat layanan yang berbasis di New York itu bernilai USD 800 juta. (dtc)